A. Latar Belakang

Matematika merupakan salah satu bidang studi yang paling banyak

diajarkan di sekolah baik dari tingkat dasar, tingkat lanjutan bahkan sampai

perguruan tinggi. Hal ini dikarenakan matematika merupakan salah satu hal

penting dalam kehidupan manusia. Pada kehidupan sehari-hari matematika

berperan besar dalam segala aspek kehidupan.

Dalam matematika banyak terdapat bahan kajian, salah satunya

operasi hitung perkalian. Di sekolah dasar, operasi hitung perkalian

merupakan salah satu dasar yang penting bagi penyelesaian berbagai

masalah dalam operasi hitung perkalian.

Operasi hitung perkalian sudah mulai diajarkan sejak kelas III dan

banyak dipakai pada operasi hitung selanjutnya. Sejak kelas III anak

dituntut untuk menghafalkan perkalian. Hal ini dimaksudkan agar anak di

kelas selanjutnya sudah hafal serta memahami dan menguasai perkalian

dengan baik. Namun pada kenyataannya di beberapa SD masih saja ada

anak yang belum hafal perkalian tingkat dasar, sehingga ada beberapa

siswa yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal operasi Purwoyoso 05 ada beberapa siswa yang kemampuan dalam menyelesaikan

soal operasi perkalian bersusun masih kurang menguasai.

Oleh karena itu perlu ada bimbingan belajar bagi siswa yang

mengalami kesulitan belajar matematika. Untuk meningkatkan kemampuan

siswa dalam memahami konsep perkalian, penulis sebagai pemberi

bimbingan menggunakan metode pemberian tugas dan drill. Bimbingan

belajar hendaknya dilakukan secara berkelanjutan agar mendapatkan hasil

belajar yang optimal.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan diatas, maka

diuraikan rumusan masalah sebagai berikut:

Apakah melalui metode pemberian tugas dan drill dapat meningkatkan

kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal operasi hitung perkalian

bersusun?

C. Tujuan

Tujuan dari pelaksanaan bimbingan terhadap anak yang mengalami

kesulitan belajar dalam operasi hitung perkalian adalah:

1. Meningkatkan kemampuan siswa yang mengalami kesulitan belajar

dalam menyelesaikan soal operasi hitung perkalian.

2. Anak lebih mudah menerima dan memahami materi pelajaran matematika.

3. Agar dapat meningkatkan minat belajar siswa terhadap pelajaran

matematika.

perkalian dengan teknik bersusun. Salah satu faktanya yaitu di kelas IV SDD. Manfaat

1. Manfaat Teoritis

a. Dapat mengembangkan secara teori khazanah ilmu matematika

b. Memberikan sumbangan yang positif dalam rangka hasil

pembelajaran matematika.

2. Manfaat Praktis

a. Bagi peserta didik

1) Memudahkan peserta didik memahami mata pelajaran matematika

dan menumbuhkan minat belajar siswa.

2) Membantu peserta didik yang mengalami kesulitan belajar serta

meningkatkan prestasi belajar siswa.

b. Bagi Guru

1) Untuk memotivasi guru agar lebih baik dalam melaksanakan

kegiatan belajar mengajar.

2) Dapat menambah pengetahuan guru dalam mengatasi masalah

belajar matematika khususnya mengenai operasi hitung perkalian.

c. Bagi Peneliti

Sebagai pengalaman dan langkah awal, jika suatu saat nanti penulis

membuat skripsi.

d. Bagi PGSD UNNES

Sebagai referensi yang dapat digunakan untuk membantu kelancaran

bagi kegiatan perkuliahan.

 

Pembahasan

Masalah Siswa

Setelah mengetahui penyebab kesulitan belajar maka dapat

diketahui masalah yang dihadapi siswa yaitu siswa sulit memahami dan

melakukan operasi hitung perkalian ini terlihat dari hafalan perkalian

dan konsep nilai tempat yang lemah. Bahkan mereka masih

menggunakan jari tangan untuk menghitung perkalian, ini mungkin

pengaruh dari kelas III, pembelajarannya masih menggunakan benda

kongkrit sehingga siswa kelas IV semester awal ini masih sulit untuk

berpikir abstrak.

Siswa ini juga mempunyai sifat malas dan lambat terutama

dalam menyelesaikan soal operasi hitung perkalian bersusun. Dengan

alasan soalnya sulit dan tidak bisa mengerjakan.

3. Faktor Pendukung

Faktor yang mendukung penulis memberikan bimbingan belajar

terhadap Bagus karena rendahnya tingkat pemahaman dalam pelajaran

matematika terutama pada operasi hitung perkalian bersusun penulis

mendapat dukungan dari guru kelas IV dan kepala sekolah.

4. Faktor Penghambat

Pelaksanaan bimbingan belajar terhadap Bagus kurang berjalan

lancar karena sikap Bagus yang malas dan cenderung tidak

memperhatikan penjelasan guru. Bimbingan belajar ini dilaksanakan

setelah pulang sekolah, sehingga kondisi fisiknya sudah lelah. Hal

inilah yang membuat Bagus sering mencari alasan tidak mau diberikan

bimbingan. Hal inilah yang menghambat guru dalam memberikan

bimbingan.

5. Keterbatasan Penelitian

Penelitian yang dilakukan oleh penulis masih sangat terbatas.

Hal ini dikarenakan terbatasnya referensi yang digunakan untuk

melakukan bimbingan, sehingga penulis hanya menggunakan beberapa

buku acuan.