MAKALAH PERKEMBANGAN PIKIRAN MANUSIA

BAB I

PERKEMBAGAN ALAM PIKIRAN MANUSIA

Bumi tempat manusia hidup berisi dua macam mahluk, artinya Tuhan menciptakan dua mahluk yaitu satu mahluk yang sifatnya anoganis dan yang lain mahluk yang bersifat organis. Untuk membedakannya, sering yang pertama di sebut sebagai benda mati dan yang kedua makhluk hidup. Benda-benda tersebut tidak dapat bergerak sendiri melainkan oleh kekuatan luar. Contohnya gas, yang dapat bergerak keatas bila temperatur naik, karena gas akan menjadi lebih ringan dan akan melambung ke atas. Benda-benda di atas dimanfaatkan oeh manusia untuk kehidupannya, seperti udara untuk bernafas, ari untuk minum, mandi, memasak,maupun mencuci, dan batu-batuan hasil tambang untuk untuk perumahan maupun perdagangan.

Adapun ciri-ciri kehidupan tumbuhan ialah sebagai berikut:

  1. Daya gerak, ialah usaha yang dilakukan untuk mempertahankan hidupnya.
  2. Naluri untuk mempertahankan diri pada tumbuhan juga sederhana
  3. Naluri untuk mengembangkan keturunannya yang pasif

Ciri-ciri kehidupan hewan, antara lain sebagi berikut:

  1. Daya gerak hewan sudah mulai terlihat daripada umbuhan, seperti usaha untuk mempertahankan hidupnya
  2. Naluri untuk mempertahanka diri terlihat jelas baik secara aktif maupun pasif.
  3. Naluri untuk mengembangkan keturunannya aktif, kerena mereka mempunyaijenis kelamin sebagai alat berkembang biak.
  1. SIFAT UNIK MANUSIA

Manusia sebagai makhluk hidup umumnyamempunayi ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Oragan tubuh kompleks dan sangat khusus, terutama otaknay sehingga manusia merupakan makhluk yang cerdas dan bijaksana (homo sapiens).
  2. Mengadakan metabolisme atau pertuakran zat, yakni adanya zat yang masuk dan keluar dari tubuhnya.
  3. Memberikan tanggapan terhadap rangsangan dari dalam dan luar.
  4. memiliki potensi untuk berkembang baik.
  5. Tumbuh dan bergerak
  6. Berinteraksi dengan lingkungannya, artinya:
    1. Manusia dapat membuat alat-alat dan menggunakannya sehingga di sebut sebagai manusia kerja (homo faber)
    2. Manusia dapat berbicara (homo longuens)
    3. Manusia dapat hidup bermasyarakat (homo socius) dan berbudaya (homo humanis)
    4. Manusia dapat mengadakan usaha atas dasarperhitunagn ekonomi (homo aeconomicus)
    5. Manusia juga mengenal keindahan di sekelilingnya (homo aestheticus)
    6. Bila tiba masanya, ia akan mati.

Kelebihan manusia ialah rohaninya, yakni akal budi dan kemampuannya yang sangatkuat sehinggadengan akal budi dan kemampuannya tersebut, manusia dapatmengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.

  1. RASA INAGIN TAHU

Ilmu pengetahuan alam itu, bermula dari rasa ingin tahu yang merupakan ciri khas manusia. Rasa ingin tahu itu, tidak dimiliki oleh makhluk lain. Jelas kiranya bahwa rasa ingin tahu itu tidak dimiliki oleh benda-benda tak bernyawa. Bagaimana halnya dengan makhluk hidup seperti tumbuh-tumbuhan dan hewan?

Sebatang pohon misalnya,menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan dan gerak, namun gerak itu terbatas pada mempertahankan kelestarian hidupnyayang bersifat tetap. Sedangkan pada hewan semiasal monyet, ternyata kehendak mereka mengeksplorasialamsangat besar. Hal itu didorong oleh rasa ingin  tahu yang tetap sepanjang zaman atau yang oleh issac Asimov (1920) disebut instinck. Insting itu berpusat pada satu hal saja,yakni untuk mempertahankan hidup.

Manusia juga memiliki insting seperti yang dimiliki oleh hewan dan tumbuh-tumbuhan. Dengan kemampuannya berbahasa, manusia memberikan nama pada setiapbenda yang dikenalnya, sehingga dalam berkomunikasi dengan manusi lain, dapat menggunakan pengertian dan peristilahan yang sama. Dari benda-benda alam berdasarkan pengalaman, diketahui sifat-sifatdan kegunaannya bagi kehidupan manusia. Namun dengan pertolongan akal budinya, manusia menemukanberbagai cara untuk melindungi diri terhadap pengaruh lingkungan yang merugikan dan juga menimbuulkan rasa inggin tahu yang selalu berkembang.

  1. MANUSIA SELALU INGIN TAHU

Volume otak manusia sekarang sebesar 1.200-1.500 cc, sedangkan simpanse hanya 350-450 cc. Manusia sebagai binatang menyusui memiliki system syaraf sentral yang berpusat diotaknya, disamping sistem syaraf periferi yang ada diseluruh tubuh. Selain  secara biologis keadaan otak manusia seperti yang disebutkan tadi, otak perlu selalu memperoleh latihan terus-menerus, sehingga memiliki ketajaman.

Dalam kondisi otak demikianlah, manusia memiliki sifat selalu ingin tahu. Dalam benaknya manusia selalu bertanya karena keinggintahuan apa sesungguhnya (know way). Seseorang merasa kurang puas, bila apa yag ignin diketahui tidak terjawab.

Dalam hubungan kehidupan manusia dengan alam, dibedakan atas dua tingkatan peradaban, sabagai berikut:

  1. Manusia masih sangat bergantung pada alam, sehingg ada kesan bahwa manusia ialah bagian dari alam. Manusia tingkat demikian disebut manusia alam (natural man) yang hidupnya bergantung pada pemberian alam (food gathering)
  2. Manusia yang sudah menguasai alam, sehingga ada kesan bahwa manusia sebagai raja dunia. Manusia di tingkat demikian disebut manusi budaya (cultural man) yang hidupnya dilakukan dengan cara menghasilkan apa yang dibuhkan (food producing)
  1. PERKEMBANGAN ALAM PIKIRAN MANUSIA

Rasa ingin tahu yang dimiliki manusia, menyebabkan alam pikiran manusia berkembang. Ada dua macam perkembangan yang dapat kita ketahui, sebagai berikut:

  1. Perkembangan Alam Pikiran Manusia Sejak Dilahirkan Sampai Dewasa

Alam pikiran seorang bayi yang baru dilahirkan, mengalamiperkembangan yang hampir serupa dari zaman ke zaman. Ketika bayi  tumbuh menjadi anak kecil yang mulai bisa mengamati lingkungan, muncul bermacam-macam pertanyaan didalampikirannya. Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, anak kecil mengadakan penyelidikan sendiriatau bertanya kepada ibu, ayah, kakak atau orang lain yang mengasuhnya.

Alam pikiran anak berkembang dengan pesat. Rasa ingin tahu seorang anak akan mememah, apabila orang-orang disekelilingnya terlalu sibuk, terlalu malas atau terlalu bodoh untuk memuaskan rasa ingin tahu anak tersebut.

  1. Perkembangan Alam Pikiran Manusia Sejak Zaman Purba Hingga Dewasa Ini.

Pada zaman purba, manusia sudah manghadapi berbagai tekateki yankni terbit dan terbenamnya matahari,perubahan bentuk bulan, dll

Terdorong rasa ingin tahu yang sangat kuat, manusia purba mulai menyelidiki apa yang terjadi apa penyebab terjadinya fenomena-fenomena itu dan apa akibatnya. Penyelidikan ini menghasilkan jawaban atas banyaknya persoalan, tapi kemudian akan timbul persoalan-persoalan baru.

Dengan demikian alam pikiran manusia purba mulai berkembang.Perkembangan itu berlangsung terus-menerus sampai sekarangdan akan berlanjutdi masa mendatang.

BAB II

SEJARAH PENGETAHUAN YANG DIPEROLEH MANUSIA

Manusia selalu merasa ingin tahu, maka sesuatu yang belum terjawab dikatakan wallahualam, artinya Allah yang lebih mengetahui dan wallahualam bissawab yang artinya Allah mengetahui sebenarnya. Perkembangan lebih lanjut lanjut dari rasa ingin tahu manusia ialah untuk memenuhi kebutuhan nonfisik atau kebutuhan alam pikirannya, untuk itu manusia mereka-reka sendiri jawabannya. A. Comte menyatakan bahwa ada tiga tahap sejarah perkembangan manusia, yaitu tahap teologi (tahap metafisika), tahap filsafat dan tahap positif (tahap ilmu). Mitos termasuk tahap teologi atau tahp metefisika. Mitologi adalah pengetahuan tentang  mitos yang merupakan kumpulan cerita-cerita mitos. Cerita mitos sendiri ditularkan lewat tari-tarian, nyanyian, wayang dan lain-lain.

Secara garis besar, mitos dibedakan atas tiga macam, yaitu mitos sebenarnya, cerita rakyat dan legenda. Mitos timbul akibat keterbatasan pengetahuan, penalaran dan pancaindra manusia serta keinggintahuan manusia yang telah dipenuhi walaupun hanya sementara.

Puncak hasil pemikiran mitos terjadi pada zaman Babylonia (700-600 SM) yaitu horoskop (ramalan bintang), eliptika (bidang edar matahari) dan bentuk alam semesta yang menyerupai ruangan setengah bola dengan bumi datar sebagai lantainya sedangkan langit-langit dan bintangnya merupakan atap.

Tongkak sejarah pengamatan, pengalaman dan akal sehat manusia ialah Thales (624-546) seorang astronom, pakar dibidang matematika dan teknik. Ia berpendapat bahwa bintang mengeluarkan cahaya, bulan hanya mementulkan sinar matahari,dan lain-lain. Setelah itu muncul tokoh-tokoh perubahan lainnya seperti Anaximander, Anaximenes, Herakleitos, Pythagoras dan sebagainya.

BAB III

PERKEMBANGAN FISIK TUBUH MANUSIA

Tubuh manusia berubah mulai sejak berupa sel sederdana yang selanjutnya secara bertahap menjadi manusia yang sempurna. Sel sederhana berasal dari sel kromosom seperma yang identik dengan kromosom sel telur, pada prosesnya akan terjadi kromosom yang tidak homolog yang akan menjadi laki-laki.

Lima minggu setelah terjadi konsepsi, bakal jantung muali berdenyut yang selanjutnya akan membagi menjadi serambi kiri dan kanan pada minggu ke-9. Sedangkan minggu ke-13, janin sudah mulai berbentuk yang ditandai dengan berfungsinya bagian organ, yan selanjutnya pada usia 18 minggu mulai terasa gerakan dari janin.

Pada usia 32 minggu, janin mulaimempersiapkan diri untuk dilahirkan dengan kepala dibawah makin mendekati lubang kelahiran. Pada saat ini gerakn semakin berkurang. Perkembangan tercepat terjadi pada saat setelah kelahiran sampai remaja.

Perubahan fisik yang sangat nyata, terjadi pada saat purbertas, yang ditandai diantaranya dengan tanda kedewasaan berupa tumbuhnya rambut pada daerah-daerah tertentu dan fugsi organ-organ reproduksi (organ genitalia).

Perkembangan pengetahuan pada manusia sangat dipengaruhi oleh perkembangan pengetahuan semasa anak-anak, berupa bimbingan yang baik oleh orang tua dan lingkungan yang terus akan terbawa sampai dewasa.

Sampai usia 2 tahun, perkembangan kecerdasan sangat cepat, dari belajar, makan, berbicara dan berjalan. Pada usia 2-7 tahun rasa ingin tahu akan makin besar. Masa remaja merupakan masa pertentangan dengan dirinya manupun dengan orang dewasa, karena selalu berusaha untuk memposisikan diri sebagai orang dewasa walaupun secara emosional belum memedai. Selanjutnya setelah usia 30 tahun, mulai dapat mengendalikan diri dan mampu menempatkan diri sebagai individu yang bertanggung jawab.

WORKSOP PEMBELAJARAN MATEMATIKA

BAB I

PENDAHULUAN

  1. A.      Latar Belakang Masalah

Hakekat Matematika dan aplikasinya menjadi salah satu tujuan pendidikan matematika. Oleh karena itu pemahaman konsep dalam pembelajaran matematika sangat diperlukan, konsep merupakan bagian dasar untuk membangun pengetahuan yang mantap karena konsep merupakan bagian dasar ilmu pengetahuan. Konsep dalam matematika adalah ide atau gagasan yang memungkinkan kita untuk mengelompokkan benda (obyek) ke dalam contoh. Akan dapat diartikan bahwa konsep matematika abstrak yang memungkinkan kita untuk mengelompokkan (mengklasifikasikan) obyek atau kejadian. Konsep dapat dipelajari definisi atau pengamatan langsung seperti melihat, mendengar, mendiskusikan, dan memikirkan tentang kebenaran contoh. Untuk menanamkan satu konsep agar pemahaman konsep dapat tercapai dengan memberikan contoh-contoh yang berhubungan dengan suatu konsep. Sebagai implikasinya, maka dalam penyampaian materi pembelajaran matematika haruslah menarik perhatian siswa, agar dapat meningkatkan rasa antusias siswa serta memberikan motivasi pada siswa. secara singkat dapat dikatakan bahwa hakekat matematika berkenaan denngan ide-ide, struktur-struktur dan hubungan-hubunganya diatur menurut urutan yang logis.

Hamzah B.Uno (2007) menyebutkan bahwa motivasi terjadi apabila seseorang mempunyai keinginan dan kemauan untuk melakukan suatu kegiatan atau tindakan dalam rangka mencapai tujuan tertentu.

Dalam proses pembelajaran matematika kreativitas siswa untuk melakukan percobaan dengan alat peraga yang disediakan oleh guru sangat diperlukan. Sehingga kreativitas tidak hanya dari guru saja tetapi siswa harus ikut dalam proses pembelajaran. Siswa yang kreatif berarti paham tentang materi yang sedang dipelajari dan mendukung peningkatan pemahaman konsep matematika siswa.

Heruman (2007) menyebutkan dalam matematika, setiap konsep yang abstrak, yang baru dipahami siswa perlu segera diberi penguatan, agar mengendap dan bertahan lama dalam memori siswa, sehingga akan melekat dalam pola pikir dan pola tindakannya. Untuk keperluan inilah, maka diperlukan adanya pembelajaran melalui perbuatan dan pengertian, tidak hanya sekedar hafalan atau mengingat fakta saja, karena hal ini akan mudah dilupakan siswa. Pepatah Cina mengatakan, “ Saya mendengar maka saya lupa, saya melihat maka saya tahu, saya berbuat maka saya mengerti”.

Sebagai masukan instrumental untuk membantu siswa dalam  memahami pengembangan konsep-konsep dan prinsip-prinsip matematika yang bersifat abstrak, maka dalam proses pembelajaran matematika diperlukan bantuan penyajian materi yang berupa benda konkrit, dimana benda ini dapat kita sebut sebagai alat peraga.

Alat peraga matematika mempunyai peranan yang sangat penting dalam memahami konsep matematika, bahkan dalam hal-hal tertentu akan menentukan keberhasilan proses belajar itu sendiri, karena dalam hal ini siswa belajar melalui hal-hal yang bersifat untuk memahami konsep yang abstrak sebagai perantara atau visualisasi.

Alat peraga matematika diperlukan bagi seorang pengajar dalam menyampaikan pelajaran matematika. Hal ini dapat dikatakan bahwa alat peraga merupakan media transfer pengetahuan dari pendidik kepada peserta didik. Disamping itu alat peraga dapat digunakan untuk menarik perhatian siswa dalam mempelajari matematika. Siswa dapat dengan cara melihat dan memperagakan secara langsung maka pembelajaran akan lebih membekas pada diri peserta didik sehingga hasil belajar yang diharapkan dapat tercapai untuk mendapatkan hasil yang sempurna.

  1. B.       Perumusan Masalah
  2. Apakah penggunaan alat peraga dapat mempermudah siswa dalam memahami materi bangun ruang?
  3. Apakah penggunaan alat peraga dapat meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa?
    1. C.      Tujuan

Berdasarkan latar belakang di atas, maka tujuan dari pembuatan alat peraga “Bangun Misteri” adalah sebagai berikut:

  1. Untuk  mengetahui apakah dengan menggunakan alat peraga siswa dapat lebih memehami materi bangun ruang.
  2. Untuk mengetahui apakah penggunaan alat peraga dapat meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa.
  3. D.      Manfaat

Manfaat yang diharapkan dari alat peraga ini adalah:

  1. Manfaat teoritis

Sebagai pengembangan dalam pembuatan alat peraga untuk mata pelajaran matematika.

  1. Manfaat praktis
  • Ø Bagi siswa
  1. Siswa dapat mengetahui berbagai jenis bangun ruang hanya dalam dalam satu bangun ruang khususnya balok.
  2. Merangsang siswa agar lebih menyukai pelajaran matematika.
  • Bagi guru
  1. Membantu dalam mengembangkan alat peraga yang tepat dalam mengajarkan matematika.
  2. Menambah variasi dalam proses belajar mengajar.

BAB II

LANDASAN TEORI

 

  1. A.      Pembahasan Materi
  2. 1.                   PRISMA

Prisma adalah bangun ruang yang dibatasi oleh dua buah bidang segi banyak (segi n) yang sejajar dan kongruen serta bidang-bidang tegak yang menghubungkan bidang segi banyak tersebut.(Nunik Avianti Agus 2008)

Prisma diberi nama berdasarkan segi-n pada sisi atas atau sisi alas

Garis t disebut tinggi prisma.

Contoh:
Prisma segitiga

  1. a.    Unsur – unsur  Prisma

Unsur- unsur yang dimiliki oleh suatu prisma :
1) Titik sudut
2) Rusuk.
3) Bidang sisi.

  1. b.   Ciri-ciri suatu prisma:
    1)   Bidang atas dan bidang bawah berbentuk bangun datar
    2)   Bidang atas dan bidang bawah sejajar serta kongruen
    3)   Mempunyai bidang sisi tegak

Prisma Segitiga ABC.DEF

 

  • Mempunyai 6 titik sudut, yaitu : Titik A, B, C, D, E, dan F
    • Mempunyai 9 rusuk , yaitu : Rusuk alas AB, BC, dan AC; Rusuk atas DE, EF, dan DF Rusuk tegak AD. BE, dan CF
    • Mempunyai 5 bidang sisi, yaitu : Sisi alas ABC ; sisi atas DEF dan Sisi tegak ABED, BCFE dan ACFD
  1. c.    Jaring-jaring Prisma

Jaring-jaring merupakan bentuk dua dimensi dari suatu bangun tiga dimensi. Jaring-jaring prisma dapat dibentuk dengan memotong beberapa rusuknya.

Jaring-jaring Prisma Segitiga ABC.DEF

  1. d.   Sifat-sifat Prisma

Perhatikan prisma ABC.DEF pada gambar disamping. Secara umum, sifat-sifat prisma adalah

1)   Prisma mempunyai bentuk alas dan atap yang kongruen.

2)   Setiap sisi bagian prisma berbentuk persegipanjang disetiap sisi sampingnya.

3)   Prisma memiliki rusuk tegak.

4)   Setiap diagonal bidang pada sisi yang sama memiliki ukuran yang sama.

  1. e.    Luas Permukaan Prisma

Luas permukaan prisma dapat ditentukan dengan menjumlahkan luas sisi-sisi tegak, luas alas dan luas bidang atas.

Jika diiris menurut rusuk-rusuk FC, DF, EF, AC dan BC  maka didapat

Luas permukaan prisma :

= ( luas EDF + luas ABC) + (luas  ACFD + luas CBEF + luas BADE)
= ( 2 x luas ABC ) + { ( AC x t ) + ( CB x t ) + ( BA x t ) }
= ( 2 x luas alas ) + { t ( AC + CB + BA ) }
= ( 2 x luas alas ) + ( t x  keliling alas )

Luas permukaan prisma = ( 2 x La ) + ( Ka x t )

Keterangan    :           La = luas alas

Ka = Keliling alas

t = tinggi

  1. f.     Volum Prisma

Volum limas dapat ditentukan dengan membelah sebuah balok menjadi dua bagian sama besar melalui salah satu diagonal bidang sehingga membentuk dua prisma yang kongruen.

2 Volum prisma   =  volume balok
=   p x l x t
Volum prisma      =   1/2 x p x l x t
Volum prisma      =  (1/2 xluas alas balok) x

Volum prisma      =  luas alas prisma x t
Volum prisma      =  luas alas x tinggi

Volum Prisma  = luas alas x tinggi

 

  1. 2.                   BALOK

Balok adalah suatu bangun ruang yang dibatasi oleh 6 persegi panjang , di mana setiap sisi persegipanjang berimpit dengan tepat satu sisi persegipanjang yang lain dan persegipanjang yang sehadap adalah kongruen.(Nunik Avianti Agus 2008)

a.  Unsur-Unsur Balok

1) Titik Sudut :

Titik sudut pada balok adalah titik temu / titik potong ketiga rusuk (titik pojok balok).

Pada balok ABCD.EFGH terdapat 8 buah titik sudut yaitu :

2)    Rusuk Balok

Rusuk balok merupakan garis potong antara sisi-sisi balok.
Penulisan / penamannya rusuk menggunakan notasi dua huruf kapital.

Pada balok ABCD.EFGH terdapat 12 rusuk yang sama panjang yaitu :

Rusuk Alas : AB, BC, CD, AD
Rusuk Tegak : AE, BF, CG, DH
Rusuk Atas :  EF, FG, GH, EH

3)    Sisi Balok

Balok dibatasi oleh 6 buah bidang / sisi berbentuk persegipanjang, sisi-sisi yang berhadapan     sejajar dan kongruen.

Penyebutan / penamaan sisi balok dengan menggunakan notasi empat huruf kapital secara siklis atau melingkar.

Bidang / sisi balok adalah :

  1. Sisi alas         = ABCD
  2. Sisi atas        = EFGH
  3. Sisi depan     = ABFE
  4. Sisi belakang = CDHG
  5. Sisi kiri         = ADHE
  6. Sisi kanan     = BCGF

Sisi ABCD = EFGH , sisi ABFE = CDHG , sisi ADHE = BCGF

4)    Diagonal sisi

Diagonal sisi / bidang suatu balok adalah ruas garis yang menghubungkan dua titik sudut     berhadapan pada sebuah sisi. Terdapat 12 buah diagonal sisi balok.

Diagonal Sisi

Panjang diagonal sisi AC = BD = EG = HF
Panjang diagonal sisi AF = BE = CH = DG
Panjang diagonal sisi AH = DE = BG = CF

5)    Diagonal Ruang

Titik tengah

Diagonal ruang sebuah balok adalah ruas garis yang menghubungkan dua titik sudutberhadapan dalam balok.Diagonal ruang balok saling berpotongan di tengah-tengah dan membagi dua diagonal ruang sama panjang.

Panjang diagonal ruang AG = BH = CE = AF
Terdapat 4 buah diagonal ruang pada sebuah kubus dengan    panjang sama.

6) Bidang Diagonal

Bidang diagonal balok adalah bidang yang melalui dua buah rusuk yang berhadapan.
Bidang diagonal balok membagi balok menjadi dua bagian yang sama besar.
Terdapat 6 buah bidang diagonal, yaitu : ACGE, BDHF, ABGH, CDEF, ADGF, BCHE

Bidang diagonal ACGE = BDHF, ABGH = CDEF, ADGF, BCHE

  1. b.   Sifat-Sifat Balok

1).   Sisi-sisi balok berbentuk persegipanjang.

2).   Rusuk-rusuk yang yang sejajar memiliki ukuran sama panjang.

3).   Setiap diagonal bidang pada yang berhadapan memiliki ukuran sama panjang.

4).   Setiap diagonal ruang pada balok memiliki ukuran yang sama panjang.

5).   Setiap bidang diagonal pada balok memiliki bentuk persegi panjang.

  1. c.    Jaring-jaring Balok

Sebuah balok apabila dipotong menurut rusuk-rusuknya kemudian tiap sisinya direntangkan akan membentuk jaring-jaring balok.

  1. d.   Luas Permukaan Balok

Luas ABCD = AB x  BC = p x  l
Luas ABFE  = AB x  BF = p x  t
Luas ADHE = AD x  AE = l x  t
Luas Permukaan balok ABCD.EFGH = 2 Luas ABCD + 2 Luas                                                                                    .                                                               ABFE +  2 Luas ADHE

= 2 pl + 2 pt + 2 lt

Luas balok = 2(p x l) +2 (p x t) + 2(l x t)

Keterangan:     p = panjang

l = lebar

t = tinggi

  1. e.    Volume Balok

Luas Alas ABCD = AB x  BC
= p x  l
= pl

Volum balok = Luas Alas ABCD x  tinggi
= pl x  t

Volume balok = p x l x t

                                     = panjang x lebar x tinggi

 

  1. 3.    KUBUS

Kubus adalah suatu bangun ruang yang dibatasi oleh enam buah sisi berbentuk persegi yang kongruen. (R. Sulaiman dkk 2008)

  1. a.    Unsur-unsur Kubus:

1)         Titik Sudut

Titik sudut pada kubus adalah titik temu atau titik potong ketiga rusuk (titik pojok kubus).

Pada kubus ABCD.EFGH terdapat 8 buah titik sudut yaitu :
2)  Rusuk Kubus

Rusuk kubus merupakan garis potong antara sisi-sisi kubus.
Pada kubus terdapat 12 rusuk yang sama panjang yaitu :
4 Rusuk Alas
4 Rusuk Tegak
4 Rusuk Atas

2)      Bidang / Sisi Kubus

Bidang / sisi kubus adalah :

  1. Sisi alas
  2. Sisi atas
  3. Sisi depan
  4. Sisi belakang
  5. Sisi kiri
  6. Sisi kanan

4. Diagonal Sisi / Bidang

Diagonal sisi / bidang adalah ruas garis yang menghubungkan dua titik sudut berhadapan pada sebuah sisi kubus.

Panjang diagonal sisi AC = BD = EG = HF = AF = BE = CH = DG = AH = DE = BG = CF

5. Diagonal Ruang

Diagonal ruang sebuah kubus adalah ruas garis yang menghubungkan dua titik sudut berhadapan dalam kubus. Diagonal ruang kubus berpotongan di tengah-tengah kubus.
Terdapat 4 buah diagonal ruang pada sebuah kubus dengan panjang sama.

Panjang diagonal ruang AG = BH = CE = DF

6. Bidang Diagonal

Bidang diagonal kubus adalah bidang yang memuat dua rusuk berhadapan dalam suatu kubus. Bidang diagonal kubus berbentuk persegi panjang.

Terdapat 6 buah bidang diagonal yaitu : ACGE, BDHF, ABGH, CDEF, ADGF, BCHE
Bidang diagonal ACGE = BDHF = ABGH = CDEF = ADGF = BCHE

    1. Jaring-Jaring Kubus

Volume kubus = s x s x s                   Keterangan:

Luas kubus = 6 x s2                                     s = sisi

  1. 4.                LIMAS

Limas adalah suatu bangun ruang yang dibatasi oleh sebuah segi banyak (segi n) dan segitiga-segitiga yang mempunyai titik puncak persekutuan di luar bidang n segibanyak itu.(Nunik Avianti Agus 2008)

  1. a.         Unsur-Unsur Limas

Unsur- unsur  yang dimiliki oleh suatu limas :

1. Titik sudut
2. Rusuk
3. Bidang sisi

Limas Segiempat T.ABCD

Pada gambar di samping menunjukkan limas segiempat yang mempunyai :

5 titik sudut  : A, B, C, D dan T

5 bidang sisi : 1 sisi alas yaitu ABCD
4 sisi tegak yaitu TAB, TBC, TCD dan TAD

8 rusuk         : 4 rusuk alas yaitu AB, BC, CD dan DA
4 rusuk tegak yaitu AT, BT, CT dan DT

Ciri-ciri suatu limas :

1. Bidang atas berupa sebuah titik ( lancip )
2. Bidang bawah berupa bangun datar
3. Bidang sisi tegak berupa segitiga.

Untuk memberi nama sebuah limas, lihat bidang alasnya

b.  Jaring-Jaring Limas

Luas permukaan limas = jumlah luas sisi tegak + luas alas

Volume limas = 1/3 x luas alas x tinggi

  1.  Penerapan Alat Peraga terhadap Pembelajaran Matematika

Bangun Misteri ini diterapkan dalam pelajaran matematika khususnya pada pokok bahasan “Bangun Ruang”. Digunakan untuk mengetahui bentuk – bentuk bangun ruang yang susunannya saling berkaitan. Misalnya sebuah balok dapat dibagi menjadi 2 buah kubus, dari dua buah kubus dapat dipecah menjadi 6 buah limas dan 2 buah prisma.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

 PEMBUATAN ALAT PERAGA

  1. A.    Bentuk Alat Peraga

 

  1. B.  Alat dan Bahan
    1. Alat
    2. Gunting Seng
    3. Gunting Kertas
    4. Penggaris
    5. Cutter
    6. Bahan

a. Mika  4 buah ( 1m  x 1m  )

b. Perekat

  1. Lem fox
  2. Lakban
  3. Double tip
  1. C.  Prosedur Pembuatan
    1. Mika dipotong  untuk  membentuk beberapa bangun seperti:

a)         Limas segiempat beraturan sebanyak 6 buah.

Ukuran limas : sisi alas = 20 cm dan tinggi limas = 10 cm

b)        Prisma segitiga siku-siku 2 buah.

Ukuran segitiga siku-siku dengan sisi siku-sikunya 20 cm x 20 cm dan tinggi prisma 20 cm.

  1. D.    Cara Penggunaan

a)    Menyatukan enam buah limas hingga membentuk suatu bangun kubus.

b)   Kemudian menyatukan dua buah prisma segitiga sehingga membentuk bangun kubus yang lain.

c)    Setelah itu, dua kubus tersebut disatukan menjadi sebuah balok.

BAB IV

HASIL

 

  1. A.      Dikripsi Alat Peraga

“BANGUN MISTERI” merupakan alat untuk mengetahui berbagai jenis bangun ruang hanya dalam dalam satu bangun ruang khususnya balok. Sebuah balok dapat dijabarkan menjadi kubus, prisma, dan limas.

Alat ini terdiri dari 1 buah balok yang dapat dipecah menjadi 2  buah kubus, dimana masing-masing kubus terdiri dari 6 buah limas yang kongruen dan 2 buah prisma yang kongruen. Dimana dari volume prisma dan limas dapat diketahui pula volume kubus dan balok.

  1. B.     Hasil Presentasi
    1. Tanggapan – tanggapan dan Pembahasan
  1. 2.    Kelebihan dan Kekurangan
  1. 3.      Rekomendasi terhadap Alat Peraga berikutnya

Untuk memperbaiki dalam pembuatan alat peraga berikutnya, kelompok kami merekomendasikan agar dibuat dengan ukuran lebih besar sehingga lebih mudah dalam memahami. Bahan yang digunakan agar lebih bagus dan menarik.

 

 

BAB V

PENUTUP

 

  1. A.      Kesimpulan

Dari uraian di depan, dapat ditarik kesimpulan bahwa penggunaan alat peraga “Bangun Misteri”  dalam pembelajaran bangun ruang untuk mengetahui unsur-unsur, jaring-jaring, volume, dan luas permukan bangun ruang sangat dibutuhkan.

Selain untuk menarik perhatian siswa, juga untuk mempermudah guru dalam menerangkan materi tersebut.

  1. B.       Saran

Dalam pembelajaran Bangun Ruang, kami menyarankan kepada guru agar menggunakan alat peraga supaya siswa tertarik untuk belajar matematika. Di samping itu, siswa tidak jenuh dalam mengikuti pembelajaran dan membantu guru dalam memahamkan siswa.

DAFTAR PUSTAKA

B.Uno, Hamzah . 2007. Teori dan Motivasi dan Pengukuran. Jakarta: Bumi Aksara

Heruman. 2007. Model Pembelajaran Matematika di Sekolah Menengah Pertama. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Sulaiman, R. 2008. Matematika Contextual Teaching and Learning. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Agus, Nunik Avianti. 2008. Mudah Belajar Matematika. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

.

PENELITIAN PEMBELAJARAN

LAPORAN WAWANCARA PEMBELAJARAN INOVATIF

DI SMA N 1 CEPOGO BOYOLALI

KELAS XI TAHUN AJARAN 2010/2011

Anggota Kelompok:

a.         Fitria Marlina              A.410080201

b.         Sari Yuliana Dewi       A.410080204

c.         Ngatini                        A.410080238

d.         Ratna Dwi Astuti        A.410080247

 

 

 

Daftar pertanyaan wawancara:

  1. Apakah guru tersebut pernah melaksanakan pembelajaran yang sifatnya inovatif ?
  2. Apa latar belakang dilaksanakannya pembelajaran tersebut ?
  3. Bagaimana mekanisme pelaksanaannya ?
  4. Bagaimana hasil setelah melaksanakan pembelajaran tersebut ?

 

 

Nara sumber

Nama               : Nyarsi Mulyani

J. Kelamin       : Perempuan

Usia                 : 35 tahun

Pekerjaan         : Guru Matematika SMA

 

 

Waktu            : Sabtu, 27Mei 2011, pukul 13.00 – 13.30 WIB

Lokasi             : SMA N 1 Cepogo, Boyolali

 

 

Hasil Wawancara

Kesimpulan Wawancara:

Setelah wawancara dilakukan dapat disimpulkan bahwa guru tersebut pernah melaksanakan pembelajaran yang bersifat inovatif, yaitu menggunakan strategi atau metode pembelajaran Problem Based Introductuon (PBI)/(Pembelajaran Berdasarkan Masalah) Latar belakang dilakukannya metode tersebut yaitu karena dalam kegiatan belajar dikelas, siswa kurang aktif bahkan jarang ada siswa yang mau maju untuk mempresentasikan jawabannya serta bila ditanya guru siswa lebih banyak diam. Siswa juga cenderung pasif dalam berpendapat, mengerjakan soal, atau tugas dari guru, siswa memilih diam, tidak berusaha berpendapat, dan mengerjakan soal atau tugas tersebut. Selain itu kemauan siswa untuk bertanya masih rendah. Sehingga guru dalam menyampaikan materi perlu memilih metode mana yang sesuai dengan keadaan kelas atau siswa, sehingga siswa merasa tertarik untuk mengikuti pelajaran yang diajarkan. Belajar matematika tidak hanya mendengarkan guru didepan kelas saja, tetapi memerlukan banyak latihan-latihan, berani mengemukakan ide dan berani bertanya, berani mengerjakan soal didepan kelas. Metode Based Introductuon (PBI)/(Pembelajaran Berdasarkan Masalah)merupakan salah satu solusi yang dapat digunakan untuk meningkatkan motivasi dalam pembelajaran. Metode Based Introductuon (PBI)/(Pembelajaran Berdasarkan Masalah)memiliki banyak kelebihan, diantaranya banyak materi yang disampaikan kepada siswa dan siswa dapat terampil mengerjakan soal karena banyaknya latihan yang diberikan.

 

Mekanisme metode Based Introductuon (PBI)/(Pembelajaran Berdasarkan Masalah)

  1. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. Menjelaskan logistik yang dibutuhkan. Memotivasi siswa terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih.
  2. Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut (menetapkan topik, tugas, jadwal, dll.)
  3. Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah, pengumpulan data, hipotesis, pemecahan masalah.
  4. Guru membantu siswa dalam merencanakan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya
  5. Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan

 

Hasil dari penggunaan metode Based Introductuon (PBI)/(Pembelajaran Berdasarkan Masalah) siswa menjadi lebih aktif dalam berpendapat, lebih terampil dalam mengerjakan soal karena banyak latihan soal yang diberikan melalui kerjasama kelompok, berani mengemukakan ide dan berani bertanya kepada guru.

 

 

 

PROPOSAL

PROPOSAL

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA PADA BILANGAN BULAT

(PTK Pembelajaran Matematika Bagi Siswa Kelas VII Semester Gasal SMP Negeri 2 Cepogo, Boyolali Tahun 2010/2011)

Proposal ini disusun untuk memenuhi tugas akhir Penelitian Pendidikan  Matematika

Oleh:

Ngatini

A410080238

 

 

PROGRAM STUDI MATEMATIKA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITASMUHAMMADIYAH SURAKARTA

2011

DAFTAR ISI

  1.  PENDAHULUA N
  2. Latar Belakang
  3. Rumusan Masalah
  4. Tujuan Penelitian
  5. Manfaat penelitian
  6. Definisi istilah
    1. KAJIAN TEORI DAN PENGAJUAN HIPOTESIS
    2.  Kajian Teori
      1. Keaktifan Belajar Matematika

1).  Hakikat matematika

2).  Hakikat Belajar

3).  Keaktifan Belajar Matematika

4).  Prestasi Belajar Matematika

  1. Strategi Pembelajaran Student facilitator and Explaining dalam pengajaran matematika

1).  Hakikat Pembelajaran

2).  Hakikat Pembelajaran Student Facilitator and Explaining

3).  Perkalian Bilangan Bulat

  1. Hasil Penelitian yang Relevan
  2. Kerangka Berfikir
  3. Hipotesis Penelitian
    1. METODE PENELITIAN
    2. Jenis Penelitian
    3. Seting Penelitian
    4. Subjek Penelitian
    5. Data dan Sumber Data
    6. Metode Pengumpulan Data

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA PADA BILANGAN BULAT

(PTK Pembelajaran Matematika Bagi Siswa Kelas VII Semester Gasal SMP Negeri 2 Cepogo, Boyolali Tahun 2010/2011)

  1. A.    PENDAHULUAN
    1. 1.      Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan suatu kebutuhan manusia, karena pendidikan merupakan suatu upaya untuk memberikan pengetahuan, wawasan, ketrampilan, keahlian tertentu kepada individu guna mengembangkan potensi dirinya sehingga mampu menghadapi setiap perubahan yang terjadi akibat adanya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Oleh karena itu dalam menciptakan suatu pendidikan yang bermutu perlu mendapatkan penangganan yang lebih baik .

Salah satu mata pelajaran yang perlu mendapat perhatian yang lebih, dalam peningkatan mutu adalah mata pelajaran matematika. Banyak siswa yang merasa kurang mampu dalam mempelajari matematika, karena matematika dianggap sulit, dan banyak siswa yang tidak menyukainya, sehingga matematika diangap sebagai momok bagi mereka.

Ketidakmampuan siswa disebabkan karena ketidakmampuan guru untuk membuat suasana pembelajaran yang menarik, guru masih menggunakan metode konvensional dalam pembelajaran. Poses belajar metematika yang baik adalah guru harus mampu membuat suasana belajar yang menyenagkan, guru dapat menarik perhatian siswa, sehingga siswa tergerak untuk melakukan aktifitas dalam pembelajaran. Guru harus menggunakan metode yang bervariasi atau metode yang sesuai dengan materi yang akan diajarkan sehingga dapat meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar siswa.

Sedangkan dari siswa sendiri tidak mau berusaha untuk mempelajari matematika secara mandiri, mereka hanya mengandalkan teman jika mengerjakan tugas atau soal latihan. Siswa juga tidak mempelajari kembali materi yang diajarkan guru. Siswa belajar jika akan ujian atau ulangan harian saja. Sehingga materi tidak akan dikuasai bahkan siswa tidak akan bisa mengerjakan soal-soal baik ujian ataupun ulangan harian.

Tidak hanya hal diatas saja keterbatasan sarana dan prasarana juga sangat berpengaruh terhadap pembelajaran. Sarana dan alat belajar yang masih tradisional seperti masih menggunakan black board dan kapur saja, juga menghambat pembelajaran, karena pembelajaran tidak akan efektif. Guru harus mencatat dipapan atau mendektekan materi kemudian siswa mencatat. Hal tersebut sangat menghambat pembelajaran.

Selain itu lingkungan belajar siswa yang kurang baik akan membuat siswa terganggu dalam pembelajaran. Misalnya tempat tinggal siswa yang berada pada lingkungan yang masyarakatnya tidak sadar akan pentingnya pendidikan. Maka siswa akan terpengaruh terhadap hal tersebut.

Dalam pengajaran matematika siswa diharapkan benar-benar aktif. Dengan belajar aktif diharapkan memiliki dampak positif bagi siswa tentang apa yang dipelajari akan bisa diterapkan dalam kehiduapan sehari-hari, sehingga siswa mengetahui kegunaan dari ilmu matematika. Siswa yang kurang aktif dalam belajar prestasinya lebih rendah dari siswa yang aktif dalam pembelajranya. Permasalahan tersebut masih banyak kita jumpai disekolah-sekolah.

Permasalahan yang sering dijumpai antara lain adalah (1) tidak ada inisiatif siswa untuk bertanya (2) siswa tidak berani menjawab pertanyaan dari guru secara individu (3) kemandirian dalam mengerjakan soal masih sangat kurang (4) siswa berbicara sendiri ketika guru menerangkan atau mengajar.

2

Hal ini disebabkan karena cara mengajar guru yang menggunakan metode konvensional dalam pengajaran sehingga siswa tidak tertarik dengan pelajaran. Akibatnya siswa tidak menyukai pelajaran, yang berdampak pada prestasi belajar yang rendah. Guru tidak melibatkan siswa dalam pembelajaran, sehingga siwa pasif. Untuk mengatasi masalah tersebut secara berkelanjutan maka perlu dicari suatu pembelajaran yang tepat, yaitu suasana pembelajaran yang melibatkan siswa agar siswa aktif dalam pembelajaran dan siswa tertarik untuk mempelajari matematika yang berdampak positif sehingga meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar siswa. Strategi yang menarik untuk meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar siswa dalam memahami pelajaran matematika adalah strategi pembelajaran model student facilitator and explaining.

Strategi pembelajaran model Student facilitator and explaining merupakan strategi pembelajaran dimana siswa atau peserta didik belajar mempresentasikan ide atau pendapat pada rekan peserta didik lainnya secara bergantian. Model pembelajaran ini efektif untuk melatih siswa berbicara untuk menyampaikan ide dan gagasan atau pendapatnya sendiri.

Dengan adanya permasalahan tersebut, maka penulis termotivasi untuk melakukan penelitian tentang penerapan strategi student facilitator and explaining sebagai salah satu upaya meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran matematika.

  1. 2.      Rumusan Masalah
  2. Bagaimana penerapan metode student facilitator and explaining untuk meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar siswa dalam pokok bahasan perkalian bilangan bulat
  3. 2.      Adakah peningkatan keaktifan dan prestasi siswa dalam kegiatan pembelajaran matematika setelah dilakukan strategi pembelajaran Student facilitator and explaining.
    1. 3.      Tujuan Penelitian
    2. Mendiskripsikan proses pembelajaran matematika melalui strategi pembelajaran student facilitator and explaining.
    3. Mendiskripsikan peningkatkan keaktifan dan prestasi belajar matematika siswa setelah menggunakan strategi pembelajaran student facilitator and explaining.

Aktifitas siswa dalam pembelajaran matematika dilihat dari indikator :

Merespon setiap pertanyaan dari guru

  1. Mengajukan pertanyaan
  2. Mengemukakan pendapat
  3. Mempresentasikan hasil pekerjaan
  4. Mengerjakan tugas dan pekerjaan rumah yang diberikan guru.
    1. 4.      Manfaat Penelitian

Sebagai penelitian tindakan kelas, penelitian ini memberikan manfaat utama kepada pembelajaran matematika, peningkatan mutu, proses dan hasil belajar matematika.

  1. Manfaat Teoritis

Secara umum, hasil penelitian ini diharapkan secara teoritis dapat memberikan sumbangan kepada pembelajaran matematika terutama pada peningkatan pemahaman matematika siswa dalam pembelajaran matematika melalui strategi pembelajaran student facilitator and explaining.

Secara khusus penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada strategi pembelajaran di sekolah serta mampu mengoptimalkan aktifitas siswa.

  1. Manfaat Praktis

1)      Bagi guru

a)   Membantu guru dalam meningkatkan keaktifan siswa saat proses pembelajaran berlangsung

b)   Menambah keaktifan dan prestasi belajar matematika dalam usaha pembenahan pembelajaran.

  1. Bagi siswa

a)   Meningkatkan keaktifan siswa dan mengembangkan potensi yang dimiliki masing-masing siswa sehingga meningkatkan prestasi belajar siswa.

b)   Siswa mempunyai kedudukan sama dalam menentukan tingkat keberhasilan dalam pembelajaran matematika.

  1. 5.      Definisi Istilah
    1. a.      Keaktifan belajar matematika

Keaktifan siswa dalam kegiatan belajar adalah untuk mengkonstruksi pengetahuan mereka sendiri. Mereka aktif membangun pemahaman atas persoalan atau segala sesuatu yang mereka hadapi dalam kegiatan pembelajaran. Dalam suatu pembelajaran yang aktif meliputi aspek kognitif afektif dan psikomotorik.

Aspek kognitif dibagi kedalam enam kategori. Aspek ini erat kaitannya dengan intelegensi, kemampuan berfikir, dan ketrampilan memecahkan masalah yang meliputi Pengetahuan (knowledge), Pemahaman (Comprehension), Aplikasi (application), Analisis (analysis), Sintesis (synthesis) dan Evaluasi (evaluation).

Aspek Affektif adalah pengukuran penampilan khusus. Aspek afektif berkaitan dengan sikap, perasaan, apresiasi dan minat. Lima kategori aspek affektif yaitu Menerima (receiving), Merespon (responding), Mengorganisasikan (organization), Mempribadi (mewatak).

Aspek psikhomotorik menyangkut ketrampilan gerak otot (phisik) yang meliputi Menirukan (perception), Set atau setting, Imitasi (Guided Response), Mekanisme (mechanism), Response yang bebas dan komplek, Adaptasi (adaptation), dan Menggorganisasi (organization)

  1. b.      Strategi pembelajaran Student Facilitator and Explaining

Strategi pembelajaran student facilitator and explaining adalah merupakan suatu model pembelajaran dimana siswa atau peserta didik belajar mempresentasikan ide atau pendapat pada rekan peserta didik lainnya. Model pembelajaran ini efektif untuk melatih siswa berbicara, untuk menyampaikan ide atau gagasan atau pendapatnya sendiri. Strategi ini mempunyai langkah-langkah

  1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai.
  2. Guru menyajikan garis-garis besar materi pelajaran
  3. Guru memberi kesempatan siswa untuk menjeaskan kepada siswa lainya secara bergiliran.
  4. Guru menyimpulkan ide atau pendapat dari siswa.
  5. Guru menerangkan semua materi yang disajikan saat itu.

Strategi ini cukup menyenagkan karena mengajak siswa bergerak, berfikir, dan siswa bisa menyampaikan pendapat dan ide mereka sehingga siswa tidak jenuh. Dengan strategi ini siswa akan berani mengemukakan pendapat, mempresentasikan hasil pekerjaan pada kegiatan pembelajaran serta meningkatkan kerja sama antar siswa.

  1. B.     KAJIAN TEORI DAN PENGAJUAN HIPOTESIS
  2. 1.      Kajian Teori
  3. a.      Keaktifan dan prestasi belajar matematika

1)      Hakikat matematika

Menurut Soedjadi (2000: 1) Matematika adalah salah satu ilmu pasti yang mengkaji abstraksi ruang, waktu, dan angka. Matematika merumuskan gagasan-gagasan atau konsep-konsepnya ke dalam bahasa lambang dan angka untuk mendeskripsikan realitas alam semesta. Setelah itu dapatlah diikuti secara deduktif konsepnya dan menetapkan sebuah sistem pengukuran tertentu yang berkenaan dengan angka-angka dan keruangannya, yang semuanya berguna dalam kehidupan kita dan dalam penelitian ilmu lainnya. Kita menjadi sadar akan sifat kenyataan dari ruang, waktu, dan angka dengan cara penyajian demikian. Kita kemudian membentuk sejumlah sistem perhitungan yang demikian pasti sehingga hasilnya nampak bagaikan suatu mukjizat saja. Semua ini dimungkinkan karena kita, dalam matematika, menggunakan simbol dan angka untuk membantu kita dan juga meringkasnya menjadi penalaran logis sedemikian rupa sehingga tidak dapat dilakukan oleh ilmu-ilmu lainnya.

Menurut Sumardyono (2004: 2) menjelaskan bahwa matematika merupakan pengetahuan yang memiliki pola pikir deduktif, artinya suatu teori atau pernyataan dalam matematika dapat diterima kebenarannya apabila telah dibuktikan secara deduktif (umum).

Berdasarkan pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa pengertian matematika adalah suatu studi alat pikir, berkomunikasi, alat untuk memecahkan berbagai persoalan yang dapat dibuktikan kebenarannya dan dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

2)       Hakekat Belajar

Menurut Nana Sudjana (2008 : 28) belajar bukan menghafal dan bukan pula mengingat. Belajar adalah suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan pada diri seseorang. Perubahan sebagai hasil proses belajar dapat ditunjukan dalam berbagai bentuk seperti berubah pengetahuannya, pemahamannya, sikap dan tingkah laku, ketrampilannya, kecakapan dan kemampuanya, daya reaksinya, daya penerimaanya dan lain-lain aspek yang ada pada individu.

Berdasarkan pendapat diatas, dapat disimpulkan belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh perubahan tingkah laku sebagai pengalaman individu itu sendiri.

3)       Keaktifan belajar matematika

Pendidikan tradisional sebenarnya belum hilang dari dunia pendidikan kita, utamanya dalam proses belajar mengajar dikelas. Dalam pembelajaran siswa hanya bertugas menerima dan mendengarkan materi yang disampaikan guru dan bersikap pasif.

Namun dengan adanya berbagai temuan dan pendapat, menyebabkan pandangan terhadap siswa berubah. Pengajaran efektif adalah pengajaran yang menyediakan kesempatan belajar sendiri atau melakukan aktifitas sendiri (oemar hamalik, 2008 :171).

Belajar aktif adalah “Suatu sistem belajar mengajar yang menekankan keaktifan siswa secara fisik, mental intelektual dan emosional guna memperoleh hasil belajar berupa perpaduan antara aspek koqnitif, afektif dan psikomotor”.

Keaktifan siswa dalam kegiatan belajar adalah untuk mengkonstruksi pengetahuan mereka sendiri. Mereka aktif membangun pemahaman atas persoalan atau segala sesuatu yang mereka hadapi dalam kegiatan pembelajaran. Dalam suatu pembelajaran yang aktif meliputi aspek kognitif afektif dan psikomotorik.

Aspek kognitif ini erat kaitannya dengan intelegensi, kemampuan berfikir, dan ketrampilan memecahkan masalah yang meliputi Pengetahuan (knowledge) Pemahaman, (Comprehension), Aplikasi (application), Analisis (analysis), Sintesis (synthesis), Evaluasi (evaluation).

Aspek Affektif adalah pengukuran penampilan khusus yang meliputi Menerima (receiving), Merespon (responding), Penghargaan (valuing), Mengorganisasikan (organization), Mempribadi (mewatak).

Aspek psikomotorik menyangkut ketrampilan gerak otot (phisik) yang meliputi Menirukan (perception), Set atau setting, Imitasi (Guided Response), Mekanisme (mechanism), Adaptasi (adaptation) Menggorganisasi (organization).

4)      Prestasi belajar matematika

Prestasi belajar diartikan sebagai hasil belajar yang dicapai. Dalam hal ini Surtatinah Tirtonegoro (2001 : 43 ) mengemukakan pengertian prestasi belajar adalah hasil usaha kegiatan belajar yang dinyatakan dalam bentuk symbol, angka, huruf maupun kalimat yang dapat mencerminkan hasil yang dapat dicapai oleh anak dalam periode tertentu berdasarkan pendapat ahli.

Dari uraian diatas, dapat disimpulkan prestasi belajar adalah merupakan tolok ukur dari tingkat kecerdasan yang dimiliki seseorang dalam melakukan kegiatan belajar.

  1. b.      Strategi pembelajaran Student Facilitator and Explaining dalam Pembelajaran Matematika

1)      Hakekat pembelajaran

Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. (UU No. 20/2003, Bab I Pasal Ayat 20)

Pembelajaran adalah usaha sadar dari guru untuk membuat siswa belajar, yaitu terjadinya perubahan tingkah laku pada diri siswa yang belajar, dimana perubahan itu dengan didapatkannya kemampuan baru yang berlaku dalam waktu yang relatif lama dan karena adanya usaha. Dengan demikian dapat diketahui bahwa kegiatan pembelajaran merupakan kegiatan yang melibatkan beberapa komponen

a)   Siswa adalah seorang yang bertindak sebagai penerima, dan penyimpan isi pelajaran yang dibutuhkan untuk mencap

b)   Guru adalah Seseorang yang bertindak sebagai pengelola, katalisator.

c)   Tujuan adalah Pernyataan tentang perubahan perilaku (kognitif, psikomotorik, afektif).

d)   Isi Pelajaran adalah segala informasi berupa fakta, prinsip, dan konsep yang diperlukan untuk mencapai tujuan.

e)   Metode adalah cara yang digunakan dalam pembelajaran.

f)   Media adalah bahan pengajaran dengan atau tanpa peralatan yang digunakan untuk menyajikan informasi kepada siswa.

g)   Evaluasi adalah cara tertentu yang digunakan untuk menilai suatu proses dan hasilnya.

Dari uraian diatas dapat disimpulkan pembelajaran adalah suatu kegiatan atau proses yang melibatkan siswa, guru, tujuan, isi, metode, media, dan evaluasi,  yang berjalan secara serentak, yang disebut dengan pembelajaran.

2)      Hakekat pembelajaran student facilitator and explaining

Strategi pembelajaran student facilitator and explaining adalah suatu model pembelajaran dimana siswa atau peserta didik belajar mempresentasikan ide atau pendapat pada rekan peserta didik lainnya. Model pembelajaran ini efektif untuk melatih siswa berbicara, untuk menyampaikan ide atau gagasan atau pendapatnya sendiri. Strategi ini mempunyai langkah-langkah

a)      Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai.

b)      Guru mendemonstrasikan garis-garis besar materi pelajaran

c)      Guru memberi kesempatan siswa untuk menjelaskan kepada siswa lain secara bergiliran.

d)     Guru menyimpulkan ide atau pendapat dari siswa.

e)      Guru menerangkan semua materi yang disajikan saat itu.

3)      Perkalian Bilangan Bulat.

Langkah-langkah strategi pembelajaran student facilitator and explaining pada materi bilangan bulat pada perkalian yaitu:

1)      Guru menyampaikan kompetensi yang harus dicapai dalam bahasan bilangan bulat pada perkalian

2)      Guru menyajikan atau mendemonstrasikan garis-garis besar materi pelajaran

a)      Pengertian perkalian bilangan bulat adalah operasi penjumlahan berulang dengan bilangan yang sama.

b)      sifat-sifat perkalian bilangan bulat

3)      Siswa mengemukakan pendapat tentang pengertian dan sifat perkalian bilangan bulat kepada teman-teman secara bergantian.

4)      Guru menyimpulkan ide atau pendapat dari siswa.

5)      Guru menerangkan semua materi yang disajikan saat itu.

2 x 4 = 4 + 4 = 8

2 x 3 = 3 + 3 = 6

2 x 2 = 2 + 2 = 4

2 x1  = 1 + 1 = 2

2 x 0 = 0 + 0 = 0

1)            2 x 4 = -(2 x 4) = -(4 + 4) = -8

2)            2 x 3 = -(2 x 3) = – (3 + 3) = -6

3)            2 x 2 = -(2 x 2) = – (2 + 2) = -4

4)            2 x 1 = -(2 x 1) = -(2 + 1) = -2

5)            2 x 0 = -(2 x 0) = -(0 + 0) = 0

2 x (-2) = (-2) + (-2) = -4

2 x (-1) = (-1) + (-1) = -2

(-2) x (-3) = -(2 x(-3)) = -((-3) + (-3)) = 6

(-2) x (-2) = -(2 x(-2)) = -((-2) + (-2)) = 4

(-2) x (-1) = -(2 x(-1)) = -((-2) + (-1)) = 2

Jika kalian mengamati pekalian bilangan diatas maka kalian akan memperoleh sifat-sifat berikut

jika p dan q adalah bilangan bulat maka

  1. p x q = pq                                      3.         px (-q) = -(pxq) = -pq
  2. (-p) x q = -(pxq) = -pq                  4.         (-p) x (-q) = p xq = pq

Sifat-sifat bilangan bulat

  1. Sifat tertutup

Untuk mengetahui sifat tertutup pada perkalian bialngan bulat, salin dan tentukan hasil perkalian berikut

  1. 3 x 8 = 24                                c.         3 x (-8) = -24
  2. -3 x 8 = -24                             d.         (-3) x (-8) = 24

untuk setiap bilangan bulat p dan q , selalu berlaku p x q = r dengan r juga bilangan bulat.

  1. Sifat komutatif

Untuk mengetahui sifat komutatif pada perkalian bialngan bulat, salin dan tentukan hasil perkalian berikut.

2 x (-5) = -10         (-3) x (-4) = 12

(-4) x (-3) = 12      (-4) x (-3) = 12

Untuk setiap bilangan bulat p dan q, selalu berlaku p x q = q x p

  1. Sifat assosiatif

3 x ((-2) x 4) = -24            (-2 x 6) x 4 = -48

(3 x (-2)) x 4 = -24            -2 x (6 x 4) = -48

Untuk setiap bilangan bulat p dan q, selalu berlaku (pxq)x r =qx(pxr)

  1. Sifat distributif perkalian terhadap penjumlahan

Untuk mengetahui sifat komutatif pada perkalian bialngan bulat, salin dan tentukan hasil perkalian berikut.

2 x (4 + (-3)) = 2                           (-3) x (-8 + 5) = -6

(2 x 4) +(2 x (-3) = 2                     ((-3) x (-8) + (-3 x 5) =13

Untuk setiap bilangan bulat p dan q, selalu berlaku p x (p + q) = (p x q) + (p x r)

  1. Sifat distributive perkalian terhadap pengurangan

Untuk mengetahui sifat komutatif pada perkalian bilangan bulat, salin dan tentukan hasil perkalian berikut.

2 x (4 – (-3)) = 14              (-3) x (-8 – 5 ) = -16

(2 x 4) – (2 x (-3) = 14       9(-3) x (-8)) – (-3 x 5) = 39

Untuk setiap bilangan bulat p dan q, selalu berlaku p x (q – r) = (p x q) – (p x r)

  1. Memiliki elemen identitas

Untuk mengetahui sifat komutatif pada perkalian bialngan bulat, salin dantentukan hasil perkalian berikut.

3 x 1 = 3                            1 x 3 = 3

1 x (-4) = -4                       1 x (-4) = -4

Untuk setiap bilangan bulat p dan q, selalu berlaku p x 1 = 1 x p = p

Contoh

Tentukan nilai pengganti huruf-huruf berikut menjadi kalimat yang benar.

  1. 6 x p = (-3) x 6

Jawab

Dengan menggunakan sifat komutatif bahwa p x q = q x p

maka p adalah -3                     6 x -3 = -3 x 6

  1. (2 x p) x 9 = 9 x (3 x 2)

Jawab

Dengan menggunakan sifat assosiatif bahwa (p x q)x r = q x( p x r)

Maka adalah p adalah 3                      (2 x 3) x 9 = 2 x (3 x 9)

  1. 3 x (a + (-2)) = (3 x 5 )+ (3 x -2)

Jawab

Dengan menggunakan sifat perkalian terhadap penjumlahan bahwa p x (p + q) = (p x q) + (p x r)

Maka a adalah 5                      3 x (5 + (-2)) = (3 x 5 )+ (3 x -2)

  1. 3.      Hasil Penelitian yang Relevan

Hasil-hasil penelitian yang relevan merupakan uraian yang sistematis tentang hasil-hasil penelitian yang telah dikemukakan sebelumya yang berhubungan dengan penelitian yang akan dilakukan. Sebagai perbandingan dalam penelitian ini, peneliti akan menguraikan hasil-hasil penelitian terdahulu.

Jenq Jong Tsay, Ph.D. dan Shandy Hauk, Ph.D. menyatakan bahwa hasil penelitiannya ini menghadirkan struktur kognitif peserta didik dalam pelajaran matematika tentang perkalian dua faktor dari sudut pandang tiga guru. Perkalian dijelaskan dalam hal tindakan, proses, objek, dan skema. Dalam pelaksanaan masalah posing berfungsi sebagai sarana untuk menilai dan meningkatkan kemampuan siswa agar tehubung dengan representatif simbolik dengan situasi kehidupan nyata. Dalam studi ini peneliti memperluas pada masalah penggabungan visualisasi pemecahan masalah dan hubungan isomorfik dalam mengidentifikasi pemecahan masalah, dalam penghitungan numerik untuk mengeksplorasi pemahaman siswa.

Penelitian yang dilakukan oleh Diah Rosi Kartika Sari (2006:67) tentang usaha peningkatan keaktifan belajar siswa dikelas melalui pendekatan realistic menyimpulkan bahwa pembelajaran matematika dengan pendekatan realistic dapat meningkatkan keaktifan belajar dikelas secara berarti. Hal ini ditunjukan oleh evaluasi terhadap profil kelas sebelum dan sudah penelitian terhadap guru matematika setelah serangkaian tindakan kelas selesai.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa keaktifan dalam pembelajaran matematika sangat penting dalam pembelajaran matematika dan dengan penerapan pembelajaran student facilitator and explaining keaktifan dan prestasi belajar siswa dapat meningkat. Guru memberikan peran  penting dalam proses pembelajaran matematika. Penggunaan pendekatan pembelajaran yang tepat dan menyenangkan sangat mendukung keberhasilan proses belajar mengajar.

  1. 4.      Kerangka berfikir

Keaktifan dan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran matematika masih sangat kurang dan hampir tidak mendapat perhatian dari berbagai pihak yang terkait dalam dunia pendidikan. Hal tersebut menjadi salah satu rendahnya kemampuan matematika dalam pendidikan. Meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran matematika merupakan salah satu tugas bersama dari semua pihak dalam dunia pendidikan. Setiap guru harus selalu berusaha mengembangkan strategi atau metode pembelajaran termasuk peningkatan keaktifan. Melihat permasalahan diatas perlu diadakan pembahasan dan penyempurnaan termasuk strategi belajar. Suatu strategi pembelajaran di bidang pendidikan telah banyak digunakan yaitu strategi student facilitator and explaining. Pembelajaran matematika dengan strategi ini mampu membuat siswa aktif, siswa dapat mengutarakan pendapat dan ide-ide mereka di depan teman-teman, sedangkan guru berperan sebagai facilitator dan motivator.

  1. 5.      Hipotesis penelitian

Hipotesis tindakan berdasarkan pembahasan teori dan kerangka berfikir tersebut adalah “setelah dilakukan strategi student facilitator and explaining pada pembelajaran matematika, maka ada peningkatan keaktifan dan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran matematika.

  1. C.    METODE PENELITIAN
  2. 1.      Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang akan digunakan dalam penelitian tindakan kelas atau Classrom Action Research (CAR). Penelitian ini sebagai upaya pemecahan masalah dan sebagai peningkatan keaktifan dan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran matematika melalui strategi student facilitator and explaining dalam pokok bahasan perkalian bilangan bulat pada siswa kelas VII SMP Negeri 2 Cepogo, Boyolali.

  1. 2.      Setting Penelitian
    1. Tempat Penelitian

Tempat pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini adalah di SMP Negeri 2 Cepogo, Boyolali. Penelitian ini dilaksanakan pada semester gasal tahun ajaran 2010/2011.

  1. Waktu Penelitian

Penelitian ini direncanakan akan dilaksanakan pada tahun ajaran 2010/2011. Adapun rincian waktu penelitian sebagai berikut.

1)     Tahap Persiapan minggu ketiga bulan Agustus 2010 sampai ke III bulan September 2010.

2)     Tahap Pelaksanaan minggu ke IV bulan September 2010 sampai minggu ke IV bulan Oktober 2010.

3)     Tahap Analisis Data minggu ke I bulan November 2010 sampai minggu ke IV bulan November 2010.

4)     Tahap Laporan minggu ke I bulan Desember 2010 sampai minggu ke IV bulan Desember 2010.

  1. 3.      Subjek penelitian

Dalam penelitian ini, peneliti adalah guru matematika yang bertindak sebagai subyek yang memberikan tindakan. Seluruh siswa kelas VIIB di SMP N 2 Cepogo, Boyolali tahun ajaran 2010/2011 sebagai subjek yang menerima tindakan. Peneliti dibantu mitra guru matematika sebagai observer.

  1. 4.      Data dan Sumber Data

Data dalam penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari subjek penelitian yaitu tentang strategi pembelajaran di SMP N 2 Cepogo, Boyolali. Data primer diambil dengan menggunakan alat pengambilan data langsung pada subjek sebagai sumber informasi yang dicari.

Data sekunder adalah data yang diperoleh lewat pihak lain, tidak langsung diperoleh peneliti dari subjek penelitiannya. Dalam penelitian ini data sekundernya adalah berupa dokumen-dokumen atau data laporan yang telah tersedia yang mendukung dalam penelitian.

Data dalam penelitian ini diperoleh dari sumber data yaitu siswa, guru yang mengajar, dan kepala sekolah. Objek penelitian ini adalah strategi pembelajaran matematika yang diterapkan di SMP N 2 Cepogo, Boyolali.

  1. 5.      Metode Pengumpulan Data
  2. Observasi

Observasi merupakan suatu teknik yang dilakukan dengan mengadakan pengamatan secara teliti dan sistematis. Kegiatan observasi bertujuan untuk mengetahui adanya perubahan tingkah laku tindakan belajar peserta didik yaitu peningkatan keaktifan dan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran matematika. Peneliti melakukan observasi sesuai dengan pedoman observasi yang telah ditetapkan. Pedoman observasi ini terbagi menjadi tiga bagian a) obsrvasi tindak mengajar yang disesuaikan dengan rencana pembelajaran b) observasi tindak belajar yang berkaitan dengan inisiatif dan reaksi peserta didik kelas VIIIB SMP N 2 Cepogo, boyolali c) keterangan tambahan yang berkaitan dengan tindak mengajar maupun tindak belajar. Observasi dilaksanakan dengan jam pelajaran pada jadwal pembelajaran matematika di kelas  VIII SMP N 2 cepogo, Boyolali.

  1. Tes

Tes merupakan instrument untuk mengumpulkan data prestasi belajar peserta didik, baik melalui tes lisan, tertulis, maupun perbuatan. Data dari tes digunkan sebagai salah satu acuan peningkatan motivasi siswa dalam pembelajaran matematika.

  1. Dokumentasi

Dokumentsi digunakan untuk memperoleh data-data berupa data sekolah, nama siswa kelas VIIIB N 2 Cepogo, Boyolali dan daftar nilai siswa, serta foto proses tindakan penelitian.

  1. 6.      Instrument Penelitian
    1. Pengembangan instrument

Instrument penelitian dikembangkan oleh peneliti dengan menjaga validitas isi. Penelitian ini menggunakan

1)      Pedoaman observasi

2)      Observasi tindak mengajar yang berkaitan dengan strategi yang digunakan guru untuk mengajar

3)      Observasi tindak belajar yang berkaitan dengan kegiatan siswa dengan proses pembelajaran.

4)      Keterangan tambaahan yang berkaitan dengan tindak mengajar maupuntindak belajar yang belum tercapai.

  1. Validitas isi

Untuk menjamin pemantapan dan kebenaran data yang dikumpulkan dan dicatat maka dipilih dan ditentukan cara-cara yang tepat untuk mengembangkan validitas data yang diperolehnya. Dalam penelitian ini validitas yang akan digunakan adalah tehnik triangulasi. Trangulasi adalah tehnik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan suatu yang lain diluar data itu untukkeperluan pengecekan atau pembandingan terhadap data tersebut (Moleong,2005:330).

  1. 7.      Teknik Analisis Data

Aktifitas dalam analisis data, yaitu Pengumpulan data, Penyajian Data, Reduksi Data, dan Kesimpulan-kesimpulan penarikan/verivikasi. Langkah-langkah analisis data ditunjukkan gambar I berikut.

Pengumpulan data

Penyajian Data

Reduksi Data

Kesimpulan-kesimpulan penarikan/verivikasi

Gambar . Komponen dalam analisis data

a)      Reduksi Data

Dalam reduksi data yang diperoleh dari hasil observasi dan wawancara ditulis dalam bentuk rekaman data, dikumpulkan, dirangkum, dan dipilih hal-hal yang pokok, kemudian dicari polanya. Jadi, rekaman data sebagai bahan data mentah singkat disusun lebih sistematis, ditonjolkan pokok-pokok yang penting sehingga lebih tajam hasil pengamatan dalan penelitian ini, juga mempermudah peneliti untuk mencatat kembali data yang diperoleh bila diperlukan.

b)      Penyajian Data

Data yang telah direduksi dan dikelompokkan dalam berbagai pola dideskripsikan dalam bentuk kata-kata yang berguna untuk melihat gambaran keseluruhan atau bagian tertentu. Penyajian data ini ditulis dalam paparan data.

c)      Penarikan simpulan, verifiasi, dan refleksi

Data yang diperoleh dicari pola, hubungan, atau hal-hal yang sering timbul dari data tersebut kemudian dihasilkan simpulan sementara yang disebut dengan temuan peneliti. Penarikaan simpulan dilakukan terhadap temuan peneliti berupa indikator-indikator yang selanjutnya dilakukan pemaknaan atau refleksi sehingga memperoleh simpulan akhir. Hasil simpulan akhir dilakukan refleksi untuk menentukan atau menyusun rencana tindakan berikutnya.

  1. 8.      Keabsahan Data

Data dalam penelitian ini disahkan melaui teknik triangulasi. Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain (Moleong, 2006: 256). Triangulasi dilakukan dengan cara triangulasi teknik dan sumber data

Triangulasi sumber data diterapkan dengan mengambil data dari beberapa sumber, dalam pnelitian ini sumber datanya adalah siswa, guru, kepala sekolah dan masyarakat sekitar.

Triangulasi teknik dilakukan dengan cara menanyakan hal yang sama dengan teknik yang berbeda, yaitu dengan observasi, tes, dan dokumentasi  (Sugiyono, 2008: 209)

  1. DAFTAR PUSTAKA

Hamalik, umar. 2008. Penelitian tindakan kelas. Bandung: yrama Widya.

Moleong, Lexy. 2006. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Musriah. 2009. Peningkatan keaktifan siswa dalam pembelajaran matematika melalui metode student facilitator and explaining. Skripsi . Surakarta : UMS (Tidak dipublikasikan)

Nuharini, Dewi. 2008. Matematika Kelas VIII untuk SMP dan MTS: Konsep dan Aplikasinya. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.

Sardiman. 2009. Interaksi dan Motivasi Belajar. Jakarta : PT Raja Grafindo

Sari, Diah Rosi Kartika. 2006. peningkatan keaktifan belajar siswa dikelas melalui pendekatan realistic. Skripsi . Surakarta : UMS (Tidak dipublikasikan)

Sudjana, Nana. 2008. Dasar-dasar proses belajar mengajar. Bandung: Sinar Baru Algendro

Sugiyono. 2008. Memahami Penelitian Kualitatif. Alfabeta: anggota Ikatan Penerbit Indonesia.

Sutama, 2011. Penelitian tindakan teori dan praktek dalam PTK, PTS, dan PTBK. Semarang: Citra mandiri utama.

Tirtonegoro, Surtatinah. 2001. Peningkatan prestasi belajar.Bandung: Sinar Baru Algendro.

Tsay, Jenq Jong dan Shandy Hauk. 2006. Multiplication schema for signed number Case study of three prospective teachers. Vol 3 1-7.

Waqidatun, Nurul. 2009. Peningkatan keaktifan siswa dalam pembelajaran matematika melalui pendekatan take a give. Skripsi . Surakarta : UMS (Tidak dipublikasikan)

PROPOSAL

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. A.      Latar Belakang Masalah

Hakekat Matematika dan aplikasinya menjadi salah satu tujuan pendidikan matematika. Oleh karena itu pemahaman konsep dalam pembelajaran matematika sangat diperlukan, konsep merupakan bagian dasar untuk membangun pengetahuan yang mantap karena konsep merupakan bagian dasar ilmu pengetahuan. Konsep dalam matematika adalah ide atau gagasan yang memungkinkan kita untuk mengelompokkan benda (obyek) ke dalam contoh. Akan dapat diartikan bahwa konsep matematika abstrak yang memungkinkan kita untuk mengelompokkan (mengklasifikasikan) obyek atau kejadian. Konsep dapat dipelajari definisi atau pengamatan langsung seperti melihat, mendengar, mendiskusikan, dan memikirkan tentang kebenaran contoh. Untuk menanamkan satu konsep agar pemahaman konsep dapat tercapai dengan memberikan contoh-contoh yang berhubungan dengan suatu konsep. Sebagai implikasinya, maka dalam penyampaian materi pembelajaran matematika haruslah menarik perhatian siswa, agar dapat meningkatkan rasa antusias siswa serta memberikan motivasi pada siswa. secara singkat dapat dikatakan bahwa hakekat matematika berkenaan denngan ide-ide, struktur-struktur dan hubungan-hubunganya diatur menurut urutan yang logis.

Hamzah B.Uno (2007) menyebutkan bahwa motivasi terjadi apabila seseorang mempunyai keinginan dan kemauan untuk melakukan suatu kegiatan atau tindakan dalam rangka mencapai tujuan tertentu.

Dalam proses pembelajaran matematika kreativitas siswa untuk melakukan percobaan dengan alat peraga yang disediakan oleh guru sangat diperlukan. Sehingga kreativitas tidak hanya dari guru saja tetapi siswa harus ikut dalam proses pembelajaran. Siswa yang kreatif berarti paham tentang materi yang sedang dipelajari dan mendukung peningkatan pemahaman konsep matematika siswa.

Heruman (2007) menyebutkan dalam matematika, setiap konsep yang abstrak, yang baru dipahami siswa perlu segera diberi penguatan, agar mengendap dan bertahan lama dalam memori siswa, sehingga akan melekat dalam pola pikir dan pola tindakannya. Untuk keperluan inilah, maka diperlukan adanya pembelajaran melalui perbuatan dan pengertian, tidak hanya sekedar hafalan atau mengingat fakta saja, karena hal ini akan mudah dilupakan siswa. Pepatah Cina mengatakan, “ Saya mendengar maka saya lupa, saya melihat maka saya tahu, saya berbuat maka saya mengerti”.

Sebagai masukan instrumental untuk membantu siswa dalam  memahami pengembangan konsep-konsep dan prinsip-prinsip matematika yang bersifat abstrak, maka dalam proses pembelajaran matematika diperlukan bantuan penyajian materi yang berupa benda konkrit, dimana benda ini dapat kita sebut sebagai alat peraga.

Alat peraga matematika mempunyai peranan yang sangat penting dalam memahami konsep matematika, bahkan dalam hal-hal tertentu akan menentukan keberhasilan proses belajar itu sendiri, karena dalam hal ini siswa belajar melalui hal-hal yang bersifat untuk memahami konsep yang abstrak sebagai perantara atau visualisasi.

Alat peraga matematika diperlukan bagi seorang pengajar dalam menyampaikan pelajaran matematika. Hal ini dapat dikatakan bahwa alat peraga merupakan media transfer pengetahuan dari pendidik kepada peserta didik. Disamping itu alat peraga dapat digunakan untuk menarik perhatian siswa dalam mempelajari matematika. Siswa dapat dengan cara melihat dan memperagakan secara langsung maka pembelajaran akan lebih membekas pada diri peserta didik sehingga hasil belajar yang diharapkan dapat tercapai untuk mendapatkan hasil yang sempurna.

 

  1. B.       Perumusan Masalah
  2. Apakah penggunaan alat peraga dapat mempermudah siswa dalam memahami materi bangun ruang?
  3. Apakah penggunaan alat peraga dapat meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa?
    1. C.      Tujuan

Berdasarkan latar belakang di atas, maka tujuan dari pembuatan alat peraga “Bangun Misteri” adalah sebagai berikut:

  1. Untuk  mengetahui apakah dengan menggunakan alat peraga siswa dapat lebih memehami materi bangun ruang.
  2. Untuk mengetahui apakah penggunaan alat peraga dapat meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa.
  3. D.      Manfaat

Manfaat yang diharapkan dari alat peraga ini adalah:

  1. Manfaat teoritis

Sebagai pengembangan dalam pembuatan alat peraga untuk mata pelajaran matematika.

  1. Manfaat praktis
  • Ø Bagi siswa
  1. Menarik perhatian siswa dalam proses belajar.
  2. Merangsang siswa agar lebih menyukai pelajaran matematika.

 

  • Bagi guru
  1. Membantu dalam mengembangkan alat peraga yang tepat dalam mengajarkan matematika.
  2. Menambah variasi dalam proses belajar mengajar.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

LANDASAN TEORI

 

  1. A.      Pembahasan Materi
  2. 1.                   PRISMA

Prisma adalah bangun ruang yang dibatasi oleh dua buah bidang segi banyak (segi n) yang sejajar dan kongruen serta bidang-bidang tegak yang menghubungkan bidang segi banyak tersebut.(Nunik Avianti Agus 2008)

 

Prisma diberi nama berdasarkan segi-n pada sisi atas atau sisi alas

Garis t disebut tinggi prisma.

Contoh:
Prisma segitiga

 

 

  1. a.    Unsur – unsur  Prisma

Unsur- unsur yang dimiliki oleh suatu prisma :
1) Titik sudut
2) Rusuk.
3) Bidang sisi.

 

  1. b.   Ciri-ciri suatu prisma:
    1)   Bidang atas dan bidang bawah berbentuk bangun datar
    2)   Bidang atas dan bidang bawah sejajar serta kongruen
    3)   Mempunyai bidang sisi tegak

Prisma Segitiga ABC.DEF

 

 

 

  • Mempunyai 6 titik sudut, yaitu : Titik A, B, C, D, E, dan F
    • Mempunyai 9 rusuk , yaitu : Rusuk alas AB, BC, dan AC; Rusuk atas DE, EF, dan DF Rusuk tegak AD. BE, dan CF
    • Mempunyai 5 bidang sisi, yaitu : Sisi alas ABC ; sisi atas DEF dan Sisi tegak ABED, BCFE dan ACFD
  1. c.    Jaring-jaring Prisma

Jaring-jaring merupakan bentuk dua dimensi dari suatu bangun tiga dimensi. Jaring-jaring prisma dapat dibentuk dengan memotong beberapa rusuknya.

Jaring-jaring Prisma Segitiga ABC.DEF

 

  1. d.   Sifat-sifat Prisma

 

Perhatikan prisma ABC.DEF pada gambar disamping. Secara umum, sifat-sifat prisma adalah

1)   Prisma mempunyai bentuk alas dan atap yang kongruen.

2)   Setiap sisi bagian prisma berbentuk persegipanjang disetiap sisi sampingnya.

3)   Prisma memiliki rusuk tegak.

4)   Setiap diagonal bidang pada sisi yang sama memiliki ukuran yang sama.

  1. e.    Luas Permukaan Prisma

Luas permukaan prisma dapat ditentukan dengan menjumlahkan luas sisi-sisi tegak, luas alas dan luas bidang atas.

Jika diiris menurut rusuk-rusuk FC, DF, EF, AC dan BC  maka didapat

 

 

Luas permukaan prisma :

= ( luas EDF + luas ABC) + (luas  ACFD + luas CBEF + luas BADE)
= ( 2 x luas ABC ) + { ( AC x t ) + ( CB x t ) + ( BA x t ) }
= ( 2 x luas alas ) + { t ( AC + CB + BA ) }
= ( 2 x luas alas ) + ( t x  keliling alas )

Luas permukaan prisma = ( 2 x La ) + ( Ka x t )

Keterangan    :           La = luas alas

Ka = Keliling alas

t = tinggi

  1. f.     Volum Prisma

Volum limas dapat ditentukan dengan membelah sebuah balok menjadi dua bagian sama besar melalui salah satu diagonal bidang sehingga membentuk dua prisma yang kongruen.

2 Volum prisma   =  volume balok
=   p x l x t
Volum prisma      =   1/2 x p x l x t
Volum prisma      =  (1/2 xluas alas balok) x

Volum prisma      =  luas alas prisma x t
Volum prisma      =  luas alas x tinggi

Volum Prisma  = luas alas x tinggi

 

  1. 2.                   BALOK

Balok adalah suatu bangun ruang yang dibatasi oleh 6 persegi panjang , di mana setiap sisi persegipanjang berimpit dengan tepat satu sisi persegipanjang yang lain dan persegipanjang yang sehadap adalah kongruen.(Nunik Avianti Agus 2008)

 

a.  Unsur-Unsur Balok

1) Titik Sudut :

 

Titik sudut pada balok adalah titik temu / titik potong ketiga rusuk (titik pojok balok).

Pada balok ABCD.EFGH terdapat 8 buah titik sudut yaitu :

 

2)    Rusuk Balok

Rusuk balok merupakan garis potong antara sisi-sisi balok.
Penulisan / penamannya rusuk menggunakan notasi dua huruf kapital.
Pada balok ABCD.EFGH terdapat 12 rusuk yang sama panjang yaitu :

Rusuk Alas : AB, BC, CD, AD
Rusuk Tegak : AE, BF, CG, DH
Rusuk Atas :  EF, FG, GH, EH

 

3)    Sisi Balok

Balok dibatasi oleh 6 buah bidang / sisi berbentuk persegipanjang, sisi-sisi yang berhadapan     sejajar dan kongruen.

Penyebutan / penamaan sisi balok dengan menggunakan notasi empat huruf kapital secara siklis atau melingkar.

Bidang / sisi balok adalah :

  1. Sisi alas         = ABCD
  2. Sisi atas        = EFGH
  3. Sisi depan     = ABFE
  4. Sisi belakang = CDHG
  5. Sisi kiri         = ADHE
  6. Sisi kanan     = BCGF

Sisi ABCD = EFGH , sisi ABFE = CDHG , sisi ADHE = BCGF

4)    Diagonal sisi

Diagonal sisi / bidang suatu balok adalah ruas garis yang menghubungkan dua titik sudut     berhadapan pada sebuah sisi. Terdapat 12 buah diagonal sisi balok.

Diagonal Sisi

Panjang diagonal sisi AC = BD = EG = HF
Panjang diagonal sisi AF = BE = CH = DG
Panjang diagonal sisi AH = DE = BG = CF

5)    Diagonal Ruang

 

 

 

 

 

Titik tengah

Diagonal ruang sebuah balok adalah ruas garis yang menghubungkan dua titik sudut berhadapan dalam balok.

Diagonal ruang balok saling berpotongan di tengah-tengah dan membagi dua diagonal ruang sama panjang.

Panjang diagonal ruang AG = BH = CE = AF
Terdapat 4 buah diagonal ruang pada sebuah kubus dengan    panjang sama.

6) Bidang Diagonal

Bidang diagonal balok adalah bidang yang melalui dua buah rusuk yang berhadapan.
Bidang diagonal balok membagi balok menjadi dua bagian yang sama besar.
Terdapat 6 buah bidang diagonal, yaitu : ACGE, BDHF, ABGH, CDEF, ADGF, BCHE

Bidang diagonal ACGE = BDHF, ABGH = CDEF, ADGF, BCHE

 

  1. b.   Sifat-Sifat Balok

 

1).   Sisi-sisi balok berbentuk persegipanjang.

2).   Rusuk-rusuk yang yang sejajar memiliki ukuran sama panjang.

3).   Setiap diagonal bidang pada yang berhadapan memiliki ukuran sama panjang.

4).   Setiap diagonal ruang pada balok memiliki ukuran yang sama panjang.

5).   Setiap bidang diagonal pada balok memiliki bentuk persegi panjang.

  1. c.    Jaring-jaring Balok

Sebuah balok apabila dipotong menurut rusuk-rusuknya kemudian tiap sisinya direntangkan akan membentuk jaring-jaring balok.

 

  1. d.   Luas Permukaan Balok

 

Luas ABCD = AB x  BC = p x  l
Luas ABFE  = AB x  BF = p x  t
Luas ADHE = AD x  AE = l x  t
Luas Permukaan balok ABCD.EFGH = 2 Luas ABCD + 2 Luas                                                                                    .                                                               ABFE +  2 Luas ADHE

= 2 pl + 2 pt + 2 lt

Luas balok = 2(p x l) +2 (p x t) + 2(l x t)

Keterangan:     p = panjang

l = lebar

t = tinggi

  1. e.    Volume Balok

 

Luas Alas ABCD = AB x  BC
= p x  l
= pl

Volum balok = Luas Alas ABCD x  tinggi
= pl x  t

Volume balok = p x l x t

                                     = panjang x lebar x tinggi

 

  1. 3.    KUBUS

Kubus adalah suatu bangun ruang yang dibatasi oleh enam buah sisi berbentuk persegi yang kongruen. (R. Sulaiman dkk 2008)

  1. a.    Unsur-unsur Kubus:

1)         Titik Sudut

Titik sudut pada kubus adalah titik temu atau titik potong ketiga rusuk (titik pojok kubus).

 

Pada kubus ABCD.EFGH terdapat 8 buah titik sudut yaitu :
2)  Rusuk Kubus

Rusuk kubus merupakan garis potong antara sisi-sisi kubus.
Pada kubus terdapat 12 rusuk yang sama panjang yaitu :
4 Rusuk Alas
4 Rusuk Tegak
4 Rusuk Atas

 

 

 

2)      Bidang / Sisi Kubus

Bidang / sisi kubus adalah :

  1. Sisi alas
  2. Sisi atas
  3. Sisi depan
  4. Sisi belakang
  5. Sisi kiri
  6. Sisi kanan

 

 

4. Diagonal Sisi / Bidang

Diagonal sisi / bidang adalah ruas garis yang menghubungkan dua titik sudut berhadapan pada sebuah sisi kubus.

 

Panjang diagonal sisi AC = BD = EG = HF = AF = BE = CH = DG = AH = DE = BG = CF

5. Diagonal Ruang

Diagonal ruang sebuah kubus adalah ruas garis yang menghubungkan dua titik sudut berhadapan dalam kubus. Diagonal ruang kubus berpotongan di tengah-tengah kubus.
Terdapat 4 buah diagonal ruang pada sebuah kubus dengan panjang sama.

 

 

 

 

 

Panjang diagonal ruang AG = BH = CE = DF

 

 

6. Bidang Diagonal

Bidang diagonal kubus adalah bidang yang memuat dua rusuk berhadapan dalam suatu kubus. Bidang diagonal kubus berbentuk persegi panjang.

 

 

Terdapat 6 buah bidang diagonal yaitu : ACGE, BDHF, ABGH, CDEF, ADGF, BCHE
Bidang diagonal ACGE = BDHF = ABGH = CDEF = ADGF = BCHE

    1. Jaring-Jaring Kubus

 

 

Volume kubus = s x s x s                   Keterangan:

Luas kubus = 6 x s2                                     s = sisi

  1. 4.                LIMAS

Limas adalah suatu bangun ruang yang dibatasi oleh sebuah segi banyak (segi n) dan segitiga-segitiga yang mempunyai titik puncak persekutuan di luar bidang n segibanyak itu.(Nunik Avianti Agus 2008)

 

  1. a.         Unsur-Unsur Limas

Unsur- unsur  yang dimiliki oleh suatu limas :

1. Titik sudut
2. Rusuk
3. Bidang sisi

Limas Segiempat T.ABCD

 

Pada gambar di samping menunjukkan limas segiempat yang mempunyai :

5 titik sudut  : A, B, C, D dan T

5 bidang sisi : 1 sisi alas yaitu ABCD
4 sisi tegak yaitu TAB, TBC, TCD dan TAD

8 rusuk         : 4 rusuk alas yaitu AB, BC, CD dan DA
4 rusuk tegak yaitu AT, BT, CT dan DT

Ciri-ciri suatu limas :

1. Bidang atas berupa sebuah titik ( lancip )
2. Bidang bawah berupa bangun datar
3. Bidang sisi tegak berupa segitiga.

Untuk memberi nama sebuah limas, lihat bidang alasnya

 

b.  Jaring-Jaring Limas

 

 

Luas permukaan limas = jumlah luas sisi tegak + luas alas

Volume limas = 1/3 x luas alas x tinggi

 

  1.  Penerapan Alat Peraga terhadap Pembelajaran Matematika

Bangun Misteri ini diterapkan dalam pelajaran matematika khususnya pada pokok bahasan “Bangun Ruang”. Digunakan untuk mengetahui bentuk – bentuk bangun ruang yang susunannya saling berkaitan.

Misalnya sebuah balok dapat dibagi menjadi 2 buah kubus, dari dua buah kubus dapat dipecah menjadi 6 buah limas dan 2 buah prisma.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

 PEMBUATAN ALAT PERAGA

  1. A.  Bentuk Alat Peraga

 

  1. B.  Alat dan Bahan
    1. Alat
    2. Gunting
    3. Penggaris
    4. Bahan

a. Mika  4 buah ( 1m  x 1m  )

b. Perekat (Lem castol 3 buah)

  1. C.  Estimasi Dana
  2. Mika                                                     Rp.  100.000,00
  3. Perekat                                                   Rp.    18.000,00

Rp. 118.000,00

  1. D.  Prosedur Pembuatan
    1. Mika dipotong  untuk  membentuk beberapa bangun seperti:

a)         Limas segiempat beraturan sebanyak 6 buah.

 

Ukuran limas : sisi alas = 30 cm dan tinggi limas = 15 cm.

b)        Prisma segitiga siku-siku 2 buah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ukuran segitiga siku-siku dengan sisi siku-sikunya 30 cm x 30 cm dan tinggi prisma 30 cm.

  1. Cara Penggunaan

a)    Menyatukan enam buah limas hingga membentuk suatu bangun kubus.

b)   Kemudian menyatukan dua buah prisma segitiga sehingga membentuk bangun kubus yang lain.

c)    Setelah itu, dua kubus tersebut disatukan menjadi sebuah balok.

  1. Contoh Soal

a)    Diketahui volume kubus 27.000 cm3. Buktikan volume kubus tersebut dengan 6 buah limas segiempat beraturan yang disatukan menjadi sebuah kubus, dengan ukuran alasnya 30 cm x 30 cm dan tinggi limas 15 cm !

b)   Buatlah  jaring-jaring bangun limas dan bangun prisma dengan ukuran dari alat peraga tersebut !

 

 

 

BAB IV

PENUTUP

  1. A.      Kesimpulan

Dari uraian di depan, dapat ditarik kesimpulan bahwa penggunaan alat peraga “Bangun Misteri”  dalam pembelajaran bangun ruang untuk mengetahui unsur-unsur, jaring-jaring, volume, dan luas permukan bangun ruang sangat dibutuhkan.

Selain untuk menarik perhatian siswa, juga untuk mempermudah guru dalam menerangkan materi tersebut.

 

  1. B.       Saran

Dalam pembelajaran Bangun Ruang, kami menyarankan kepada guru agar menggunakan alat peraga supaya siswa tertarik untuk belajar matematika. Di samping itu, siswa tidak jenuh dalam mengikuti pembelajaran dan membantu guru dalam memahamkan siswa.

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

B.Uno, Hamzah . 2007. Teori dan Motivasi dan Pengukuran. Jakarta: Bumi Aksara

Heruman. 2007. Model Pembelajaran Matematika di Sekolah Menengah Pertama. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Sulaiman, R. 2008. Matematika Contextual Teaching and Learning. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Agus, Nunik Avianti. 2008. Mudah Belajar Matematika. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

 

MAKALAH SUMBER DAYA LINGKUNGAN

 

SUMBER DAYA ALAM DAN LINGKUNGAN

 

Dalam UULH No. 23 Tahun 1997 Tentang Pengelolaan Lingkungan hidup disebutkan bahwa sumber daya alam adalah unsur lingkungan hidup yang terdiri atas sumber daya alam hayati, sumber daya alam non hayati, sumber daya manusia dan sumber daya buatan.

Sumber daya alam adalah segala sesuatu yang berasal dari alam, yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia untuk lebih mensejahterakan hidupnya.

Berdasarkan sifatnya sumber daya alam dapat dibedakan menjadi sumber daya alam yang dapat diperbaharui dan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Berdasarkan jenisnya sumber daya alam dibedakan menjadi sumber daya alam hayati dan non hayati. Sementara itu lingkungan hidup diartikan sebagai suatu sistem yang merupakan kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan dan makhluk hidup termasukdidalamnya manusia dan perilakunya yang dapat mempengaruhi kelangsungan kehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk lain.

Pemanfaatan SDA harus berwawasan lingkungan. Kita tidak seharusnya memanfaatkan SDA yang ada semau kita, biarpun untuk SDA yang dapat diperbaharui. Terlebih untuk SDA yang tidak dapat diperbaharui, kita harus menghemat dalampemakaiannya karena tidak dapat diperbaharui ataupun kalau bisa dibentuk kembali memerlukan jutaan tahun lamamnya.

Seiring dengan perkembangan zaman jumlah penduduk pun juga meningkat dengan pesatnya, sementara lahan untuk tempat tinggal tidak bertambah justru semakin berkurang untuk kegiatan industry maupun usaha lain. Hal ini menyebabkan bernagai masalah kependudukan. Selain itu setiap hari manusia pun kegiatannya selalu menghasilkan limbah yang menyebabkan pencemaran lingkungan. Pencemaran lingkungan terjadi akan berakibat buruk bagi kehidupan manusia, makhluk lain maupun lingkungan itu sendiri. Oleh karena itu perlu dilakukan usaha-usaha untuk mengatasi masalah yang berkaitan dengan lingkungan hidup untuk kesejahteraan bersama.

 

 

BAB VI

 

REPRODUKSI DAN PERKEMBANGAN

 

 

Salah satu segi yang terpenting pada makhluk hidup ialah kemampuannya membiakkan jenisnya. Bagi setiap organisme,ada saatnya manakala kekuatan untuk metabolisme,pertumbuhan,dan daya tanggapnya tidak memadai untuk mempertahankan organisasinya yang rumit terhadap kekuatan-kekuatan asing lain.

Ada dua cara yang amat berbeda dalam membentuk keturunan diantara makhluk hidup. Satu diantaranya adalah reproduksi seksual. Individu baru yang terbentuk karena tergabungnya informasi turun-temurun yang disumbangkan oleh dua sel berlainan,biasanya mewakili dua induk yang berbeda. Metode yang lainnya dalam reproduksi itu melibatkan satu induk saja disebut reproduksi aseksual,keturunannya itu terbentuk tanpa peleburan dua gamet.

Reproduksi pada tumbuhan ada dua macam :

  1. Reproduksi Seksual

Reproduksi seksual melibatkan kedua proses pembuahan (fertilisasi) dan meiosis. Pada fertilisasi,nucleus kedua gamet bersatu,meningkatkan jumlah kromosom dari haploid menjadi diploid. Pada meiosis,jumlah kromosom direduksi lagi dari diploid menjadi haploid.

Reproduksi seksual pada tumbuh-tumbuhan dapat berupa penyerbukan antara bunga jantan dan bunga betina (antara putik dan benang sari).

  1. Reproduksi a Seksual

Hampir setiap macam tumbuhan mampu membiak dirinya dengan cara aseksual, turunan yang baru dihasilkan oleh satu induk. Reproduksi aseksual hanyalah merupakan cara alternative untuk menghasilkan keturunan. Keturunan yang dihasilkan secara aseksual adalah identik secara genetis dengan induknya dan dengan demikian merupakan klon.

Reproduksi pada hewan juga ada dua macam antara lain:

  1. Reproduksi a Seksual

Reproduksi aseksual pada hewan lebih jarang terjadi daripada tumbuhan. Cacing berkembang biak dengan cara fragmentasi,dan ada juga sejumlah hewan berkembang biak dengan cara pertunasan seperti pada ubur-ubur. Pertunasan juga didapatkan pada hewan parasit. Contoh yang terkenal adalah cacing pita. Beberapa species hewan tingkat tinggi berkembang biak dengan cara parthenogenesis (hewan betina menghasilkan telur yang berkembang menjadi anak tanpa dibuahi),contohnya pada ikan-ikan tertentu,sejumlah serangga dan beberapa jenis kadal.

  1. Reproduksi Seksual

Reproduksi seksual pada hewan dilakukan dengan cara kawin antara hewan jantan dengan hewan betina,yaitu terjadi pertemuan antara sel kelamin jantan atau sperma dengan sel teluratau ovum yang kemudian akan berkembang menjadi zigot yang selanjutnya akan berkembang menjadi embrio dan akan berkembang terus menjadi hewan baru yang mirip induknya.

Pertumbuhan pada organisme dapat terjadi secara sederhana dengan peningkatan jumlah sel-selnya. Pertumbuhan dapat juga terjadi sebagai akibat peningkatan ukuran sel.

Pertumbuhan pada tanaman terjadi terutama pada meristem. Meristem ini menyediakan sel-sel baru yang tumbuh memanjang dan berdeferensiasi,memungkinkan akar tumbuh lebih panjang.

Pertumbuhan pada hewan tidak terjadi pada tempat tertentu seperti pada tumbuhan. Semua jaringan dan organ badan hewan ikut serta dalam pertumbuhan. Asas pertumbuhan badan adalah pertumbuhan kerangka penunjangnya.

Pada manusia,daerah pertumbuhan dari tulang menjadi tulang penuh terjadi dalam umur belasan akhir dan permulaan duapuluh tahunan. Penghentian pertumbuhan juga terjadi pada mamalia lainnya,tetapi biasanya pada umur yang lebih muda.

Regenerasi adalah penggantian bagian-bagian yang rusak dan lenyap. Seperti perkembangan embrio,ini menyangkut deferensiasi sel dan organisasinyake pola yang tepat. Pada vertebrata kemampuan regenerasi biasanya berkurang sesuai dengan umur.

Perkembangan digunakan untuk menjelaskan perubahan-perubahan dari cara-cara gamet jantan dan betina dibuat dan dipersatukan sehingga dapat berlangsung proses pembuahan. Pola yang sebenarnya dari perkembangan adalah beragam antara spesies-spesies(terutama jika tidak berkerabat dekat) dan sedikit tumpang tindih,maka biasanya dibedakan tahap-tahapnya sebagai berikut:

  1. Pembelahan

Selama tahapan perkembangan ini nucleus zigot menjalani serangkaian pambelahan mitosis.

  1. Morfogenesis

Adalah tahapan sejumlah sel-sel yang dihasilkan terus membelah diri,bergerak-gerak dan menata dirinya menjadi lapisan-lapisan dan kumpulan yang berbeda dan terbentuklah pola tertentu.

  1. Diferensiasi

Pada tahap ini sel-sel embrio yang sedang berkembang mulai mengambil bentuk struktur dan fungsi khusus yang akan dipunyainya pada saat menjadi dewasa. Proses ini dinamakan diferensiasi

  1. Pertumbuhan

Pertumbuhan terjadi setelah semua system tubuh organisme itu terbentuk. Selama masa ini organisme itu menjadi lebih besar karena berlanjutnya pembelahan sel atau karena pembesaran sel.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB VII

ILMU PENGETAHUAN ALAM

 

 

Ilmu Pengetahuan Alam(IPA) adalah ilmu yang memprlajari alam dan segala isinya. Manusia memilki rasa ingin tahu. Dari dorongan rasa ingin tahu ini akhirnya manusia dapat mengumpulkan pengetahuan,perkembangan alam pikiran manusia sampai kelahiran Ilmu Pengetahuan Alam dimulai dari tahap mitos, penalaran,pengalaman empiris,dan akhirnya metode ilmiah.

Pada mulanya dalam upaya menjawab berbagai masalah selalu dihubungkan dengan kekuatan gaib. Tahap ini disebut mitos, dan tahap ini ada keterbatasan dalam pengamatan,keterbatasan alat,keterbatasan cara berpikir. Pada tahap berikutnya,mengandalkan hanya kepada penalaran deduktif,lalu pada tahap selanjutnya lagi hanya mengandalkan pengalaman induktif,dan akhirnya tahap metode ilmiah ,yang merupakan gabungan penalaran indultif dan deduktif.

Metode ilmiah dengan langkah-langkah sebagai berikut: (1) merumuskan masalah,(2) menyusun hipotesis, (3) menguji hipotesis dengan eksperimen,(4) menarik kesimpulan.

Metode ilmiah pada dasarnya sama bagi semua jenis disiplin ilmu, baik ilmu-ilmu alam maupun ilmu-ilmu sosial,tetapi tidak dapat digunakan untuk bahasa,matematika dan humaniora. Kebenaran yang diperoleh melalui metode ilmiah tidak bersifat mutlak,tetapi bersifat tentative atau bersifat sementara. Justru karena itu IPA bersifat dinamis.

Tugas dan peranan ilmu adalah untuk memerikan (deskripsi),menjelaskan,meramalkan dan mengendalikan. Untuk melakukan kegiatan ilmiah atau metode ilmiah diperlukan penguasaan atau sarana berpikir ilmiah yaitu yang berupa bahasa,logika,matematika dan statistika.

Pengertian IPA meliputi pertama produk yang berupa fakta,konsep,prinsip,hukum dan teori. Kedua berupa proses atau metode ilmiah dan yang Ketiga adalah nilai dan sikap ilmiah.

Sikap ilmiah adalah tingkah laku yang diperlukan untuk melakukan proses IPA,agar diperoleh produk IPA.Sikap ilmiah antara lain: obyektif,jujur,disiplin,tekun,terbuka dan komunikatif.

Ilmu Pengetahuan Alam klasik bersifat deskriptif,deterministic,eksperimen mendahului teori,sedangkan IPA modern bersifat simulatif,kuantitatif,probabilistic dan teori mendahului eksperimen.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB VIII

SISTEM TATA SURYA DAN ASAL USUL ALAM SEMESTA

 

 

Pada suatu malam yang gelap dan cerah,tampak bintang-bintang bertaburan di langit hitam. Semakin gelap tempat menfamati,bintang-bintang yang terlihat semakin banyak dan semakin jelas. Kelompok-kelompok bintang yang berdekatan beredar mengelilingi suatu kabut gas pijar yang sangat besar sebagai pusatnya selain dikelilingi bintang-bintang yang saling berdekatan yang dinamakan cluster juga dikelilingi tebaran bintang yang lain. Kelompok bintang tersebut dinamakan galaksi. Bumi yang kita tempati ini berada dalam salah satu galaksi yang diberi nama Milky Way atau Bima Sakti. Selain galaksi-galaksi ada juga bintang yang tampak sangat hitam yang diberi nama Black Hole atau lobang hitam.

Effek Doppler menyatakan bahwa bila jarak antara sumber gelombang dan penerima gelombang menjauh maka frekuensi gelombang yang diterima lebih rendah dari frekuensi sumber gelombang dan sebaliknya bila jarak antara sumber gelombang dan penerima gelombang mendekat maka frekuensi gelombang yang diterima lebih tinggi dari frekuensi sumber gelombang.

Pada zaman yunani kuno, seorang filosof bernama Clausius Ptolomeus mengemukakan pendapatnya bahwa matahari,bulan,dan planet-planet beredar mengelilingi bumi yang tetap diam ditempatnya sebagai pusat peredaran,jadi Bumi menjadi pusat alam semesta.

Menurut teori Geosentris bahwa matahari sebagai pusat peredaran dan semua planet mengelilingi matahari.

Planet-planet yang berada di dalam garis edar matahari disebut planet dalam dan ayang berada di luar garis edar matahari disebut planet luar. Jadi Bumi,Merkurius dan Venus dinamakan planet dalam,sedangkan Mars,Yupiter,Saturnus,Uranus,Neptunus dan Pluto dinamakan planet luar. Peredaran planet mengelilingi matahari dinamakan gerak revolusi.

Selain Matahari dan Planet-planet ,adapun satelit dan benda-benda angkasa lainnya seperti Asteroida,Komet dan Meteor.

1)      Matahari

Matahari sebagai pusat peredaran planet,massanya 98% dari seluruh massa tata surya.

2)      Merkurius

Merkurius adalah planet terdekat dengan matahari dan planet terkecil,diameternya 4500 km.

3)      Venus

Planet venus menempati urutan kedua terdekat dengan matahari,berdiameter 12.320 km,jadi sedikit lebih kecil dari bumi.

4)      Bumi

Bumi menempati urytan ke tiga terdekat dengan matahari,memiliki sebuah satelit yaitu bulan dan diliputi atmosfer.

5)      Mars

Planet mars berada pada jarak 226,48 juta km dari matahari,diameternya 6272 km,periode revolusi 1,9 tahun,periode rotasi 24 jam 37 menit. Mars memiliki dua satelit yang disebut Phobus dan Daimus.

6)      Yupiter

Planet Yupiter adalah planet terbesar,diameternya 138.560 km,massanya hampir 300 kali massa bumi.

7)      Saturnus

Planet Saturnus berdiameter 118.400 km,periode revolusi 29,5 tahun,berotasi cepat dengan periode 10,4 jam. Planet ini mempunyai 10 satelit dan sabuk raksasa.

8)      Uranus

Planet Uranus berada pada jarak 2860 juta km,berdiameter 50.560 km,periode revolusi 84 tahun dan periode rotasi 10,8 jam.

9)      Neptunus

Planet Neptunus berada pada jarak 4470 juta km dari matahari,berevolusi dengan periode 165 tahun,periode rotasi 15,7 jam.

10)  Pluto

Planet Pluto baru ditemukan pada tahun 1930,merupakan planet terjauh dari matahari dan berotasi tercepat yaitu dengan periode 6,4 jam.

11)  Satelit dan Bulan

Satelit adalah anak planet yang berotasi dan mengorbit planet induknya,sedangkan Bulan adalah satu-satunya satelit bumi.

12)  Asteroida atau Planetoida

Planetoida mengelilingi matahari yang jumlahnya banyak sekali diperkirakan lebih dari 2000 buah dan terletak antara planet Mars dan Yupiter.

13)  Komet

Komet disebut bintang berekor tetapi sebenarnya tidak tergolong bintang. Komet berupa bongkahan batu yang diselubungi kabut gas.

14)  Meteor

Meteor berupa batuan yang bertaburan di angkasa,jika meteor masuk ke atmosfer Bumi akan terbakar dan berpijar karena gesekan dengan atmosfer,sehingga tampak dari bumisebagai bintang beralih.

Pendapat-pendapat (teori) tentang asal mula Tata Surya diantaranya adalah:

  1. Teori Tidal atau Teori Pasang Surut
  2. Teori Bintang Kembar
  3. Teori Nebular
  4. Teori Big Bang
  5. Teori Creatio Continua

 

Penciptaan alm semesta dapat dijelaskan dalam 6 proses sebagai berikut:

    1. Alam berasal dari sop kosmos yaitu cairan atau gas fluida dengan kecepatan tinggi dan suhu sangat tinggi.
    2. Pada tahap ke dua suhu sop kosmos mencapai seratus ribu juta derajat,massa jenis rata-rata mencapai empat juta ton per liter,pada tahap ini telah terbentuk bahan penyusun nuklir yang jumlahnya tertentu.
    3. Suhu kosmos mencapai seribu juta derajat,massa jenis mencapai 20 kg per liter,pada tahap ini telah terbentuk muatan kelistrikan.
    4. Suhu kosmos mencapai kurang dari seratus juta derajad,massa jenis rerata antara 1 sd 10 kg per liter,tahap ini terjadi penyusunan inti atom dan  pengelompokan materi yang berevolusi menjadi galaksi.
    5. Pada tahap ke lima terbentuk atom-atom,sehingga elektronbebas dalam kosmos bekurang jumlahnya.Cahaya mulai mengisi seluruh ruangan.
    6. Kabut materi terdiri atom-atom yang menggumpal membentuk bintang-bintang dan galaksi(terbentuklah system tata surya).

Beberapa teori/metode untuk menentukan umur buni diantaranya adalah:

a)      Metode Sedimen

Mengetahui ketebalan lapisan –lapisan sediment yang terbentuk setiap tahunnya dapat diperkirakan umur bumi.

b)      Metode Kadar Garam

Umur bumi dapat diperkirakan dengan mengetahui kenaikan kadar garam air laut setiap tahunnya.

c)      Metode Termal

Umur bumi dapat diperkirakan dengan mengetahui perubahan massa jenis dan suhu permukaan bumi.

d)     Metode Radioaktif

Umur bumi dapat diperkirakan dengan mengetahui waktu paroh dan mengukur aktivitas sinar radioaktif dapat ditentukan umur batuan tersebut.

Bumi diselimuti gas (udara) yang disebut Atmosfer. Atmosfer bumi dibedakan atas tiga lapisan yaitu lapisan paling bawah dinamakan Troposfer, lapisan diatasnya dinamakan Stratosfer dan lapisan paling atas dinamakan Ionosfer.

Pergeseran benua telah berlangsung selama jutaan tahun,secara kronologis dapat digambarkan sebagai berikut:

  • Pada waktu 225 tahun yang lalu masih berupa satu benua yang disebut super continental.
  • Pada waktu 200 juta tahun yang lalu super continental pecah menjadi 3 bagian yaitu benua Eropa-Asia, Afrika-Amerika dan Antartika-Australia.
  • Pada waktu 135bjuta tahun yang lalu Afrika dan Amerika mulai memisah,selanjutnya Eropa dan Asia memisah.
  • Pada waktu 65 juta tahun yang lalu Antartika dan Australia mulai memisahkan diri.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IX

ILMU ALAMIAH DAN TEKNOLOGI MASA KINI

  1. Konsepsi Ilmu Alamiah dan Perkembangan Sience dan Teknologi

Ilmu alamiah (secience) telah diketahui mempunyai makna; ilmu yang mengungkapkan tentang gejala-gejala alam, atau hukum-hukum alam (Sunnatullah/ hukum-hukum Allah) yang digali dengan suatu metode yang dikenal dengan istilah metode ilmiah. Hukum-hukum alam sifatnya pasti dan tidak berubah, sedangkan ilmu alamiah (science) sifatnya dinamis dan mempunyai keterbatasan, karena sangat dipengaruhi keterbatasan alat bantu penginderaan dan keterbatasan kemampuan penalaran manusia.

 

  1. Hasil Penemuan IPA dalam Konsep Teknologi Modern

Dalam bidang ilmu fisika, dijelaskan bahwa semua yang ada di alam semesta ini adalah sebagai materi dan energi. Materi didefinisiskan; segala sesuatu yang mempunyai massa dan menempati ruang. Sedangkan yang dimaksud energi adalah sesuatu yang dikandung oleh materi. Energi yang terdapat di alam ini bersifat kekal, tidak hilang tetapi hanya berubah bentuk. Misalnya, dari energi panas berubah menjadi energi mekanik (gerakan baling-baling pada turbin ), energi mekanik berubah menjadi energi listrik (gerakan turbin dialirkan ke dinamo), energi listrik berubah menjadi energi cahaya (aliran listrik dapat memijarkan lampu).

  1. Pembangunan Tenaga Listrik

Pembangkit listrik tenaga air (PLTA) pada prinsipnya mengubah tenaga potensial air yang dialirkan ke bawah 100M, menjadi tenaga mekanik sehingga dapat memutar turbin yang kemudian dapat memutar getaran (mesin pembangkit tenaga listrik), tegangan listrik yang dihasilkan selanjutnya diturunkan oleh suatu transformator. Biasanya PLTA ini disebut pada bendungan yang airnya keluar dari turbin masih dapat dimanfaatkan untuk irigasi.

Sedangkan PLTD pada prinsipnya juga hampir sama dengan PLTA, hanya penggerak turbin diambil dari energi disel, sedang energi disel diambil dari energi kimia dari minyak solar.

PLTN (Pembangkit Listirk Tenaga Nuklir), pada prinsipnya perubahan tenaga yang terikat inti atom yang berupa energi mekanik, kemudian menjadi energi listrik. Biasanya energi panas yang keluar dari inti atom diserap oleh cairan penyerap panas dalam raktor atom, kemudian dialirkan dalam air sehingga air mendidih dan menguap, uap air ini untuk menggerakkan turbin uap air lalu menggerakkan ghenerator ke trnsformator baru untuk konsumen (Margono,1984).

 

  1. Mesin-mesin

Mesin adalah alat yang penting untuk penunjang kehidupan manusia, diantaranya :

  • Mesin bakar, pada prinsipnya mencampur udara dengan bahan bakar dengan bantuan percikan api dari busi
  • Mesin disel, pada prinsipnya sama dengan mesin bakar, hanya tidak menggunakan api dari busi akan tetapi dengan menampatkan udara sehingga temperatur tinggi.
  • Mesin jet dan roket, pada prinsipnya menginjeksi bahan bakar dan udara ke dalam silinder (tabung pembakar) sehingga terbentuk gas dengan temperatur tinggi.

 

  1. Komputer

Kelebihan dari teknologi komputer dibanding produk teknologi lain :

  • Kemampuannya untuk dapat diprogram guna melakukan berbagai macam tugas secara menakjubkan dengan kecepatan dan ketelitian yang sangat tinggi.
  • Kecepatan perkembangan teknologinya.

Bidang pekerjaan lainnya juga mulai terpengaruh seperti terlihat pada beberapa contoh berikut:

  1. Penyiapan surat menyurat sampai penyiapan arsipnya di kantor dilakukan dengan menggunakan komputer.
  2. Penggunaan komputer dalam bidang animasi.
  3. Pemanfaatan komputer diperpustakaan.
  4. Penggunaan komputer di rumah-rumah sakit.
  5. Pengendalian lintas udara.
  6. Penggunaan komputer di bidang industri.

 

  1. Nuklir

Teknologi nuklir dapat dimanfaatkan misalnya :

  1. Teknologi nuklir untuk industri pangan, industri tekstil, industri pengawetan makanan.
  2. Teknologi nuklir untuk kesehatan umumnya digunakan sinar radioaktif berumur pendek, dapat menentukan lokasi tumor/ kanker, dapat digunakan untuk proses pembedahan,dsb.
  3. Teknologi nuklir untuk industri radiografi, misalnya untuk mengetahui letak kerekatan pada sambungan pipa yang berada di dalam tanah/ bangunan, dengan bantuan sinar radioaktif akan dapat diketahui dengan mudah dan segera.
  4. Teknologi nuklir untuk hidrologi, sinar radioaktif ini dapat digunakan untuk mendeteksi kecepatan air mengalir.
  5. Teknologi nuklir untuk studi terhadap pencemaran.

 

  1. Komunikasi

Penemuan IPA tentang komunikasi sudah demikian pesat, sehingga informasi apapun di belahan bumi manapun dapat dinikmati dengan cepat oleh orang lain di bagian , telepon (seluler), radiuo(pager), cinema (CD, VCD) dll.

 

  1. Teknologi Bagi Kehidupan Manusia
  2. Hasil- hasil teknologi bagi kehidupan manusia
  • Kloning

Kloning yaitu teknik membuat keturunan dengan kode genetik yang sama dengan induknya pada mahluk hidup tertentu baik berupa tumbuhan, hewan, maupun manusia.

  • Bayi tabung

Proses pembuatan dengan metode bayi tabung, terjadi jikasel telur (istri) dibuahi sel sperma (suami) tidak didalam rahim, tetapi dalam suatu wadah yang mempunyai kondisi mirip dengan kondisi alami rahim. Setelah sel telur terbuahi, embrio yang terbentuk selanjutnya ditanamkan ke . Metode ini dilakukan karena proses pembuahan secara alami mengalami gangguan, seperti adanya kelainan pada rahim atau karena lemahnya sel sperma (Zallum,1997).

  • Transpalasi organ

Yang dimaksud transpalasi organ disini adalah pemindahan organ tubuh darisatu manusia kepada manusia lain.

  • Bahan tambahan makanan (food additives)

Beberapa contoh bahan tambahan makanan antara lain, sebagai berikut :

  1. Antioksidan adalh bahan tambahan makanan yang digunakan untuk melindungi makanan dari terjadinya proses oksidasi.
  2. Antikoagulan (antikempal) bahan tambahan makanan yang dapat mencegah mengempalnya makanan yang berbentuk serbuk.
  3. Pengasam, penetral, dan pendapar adalah bahn tambahan makanan yang dapat mengasamkan, menetralkan dan mempertahankan derajat keasamaaan makanan.
  4. Pemanis buatan adalah bahan tambahan makanan yang dapat menyebabkan rasa manis pada makanan yang tidak atau hampir mempunyai nilai gizi.
  5. Pengawet adalah bahan tambahan makanan yang dapat mencegah atau menghambat fermentasi, pengasaman atau perurain lainnya terhadap makanan yang disebabkan oleh aktifitas mikroorganisme.
  6. Pewarna adalah bahan tambahan yang dapat memperbaiki atau memberi warna pada makanan.
  7. Penyedap rasa dan aroma adalah bahan tambahan makanan yang dapat memberikan, menambah atau mempertegas rasa dan aroma.
  8. Dampak Teknologi bagi kehidupan Manusia
  • Dampak negatif dari perkembangan teknologi antara lain :
  1. Timbulnya pencemaran.
  2. Terjadinya bencana alam banjir, hutan gundul, erosi dll.
  3. Untuk memenuhi kebutuhan pangan pada jaman modern ini telah banyak digunakan tenaga nuklir, misalnya penggunaan pestisida mempunyai dampak negatif yakni dapat meracuni tanah atau bahkan manusia itu sendiri.
  4. Gas-gas hasil sisa dari minyak bumi dan batu bara menyesakkan nafas (polusi udara).
  5. Dari tahap pengeboran tambang sampai didapatkan tambang tersebut dapat mengakibatkan penyakit sesak nafas, disamping kerusakan ekosistem hayati disekitar.
  6. Kemungkinan dapt timbul penyakit cacing tambang yang membahayakan manusia ( Anonoim, 1991).

 

 

 

 

 

 

 

BAB X

EKOLOGI DAN LINGKUNGAN HIDUP

  1. Pengertian Ekologi dan Lingkungan

Istilah “ ekologi” pertama kali diperkenalkan pada tahun 1869 oleh ilmuwan biologi bernama Ernest Haeckel. Ekologi berasal dari kata “oikos” yang artinya rumah tangga, dan “logos” yang berarti ilmu. Oleh karena itu yang menjadi obyek ilnu ini adalah mahluk hidup, maka ekologi adalah ilmu yang mengatur rumah tangga mahluk hidup, maksudnya ilmu tentang hubungan timbal balik anatara mahluk khidup dengan lingkungan tempat tinggalnya.

Pada dasarnya ekologi adalah ilmu dasar yang menyelidiki dan memahami bagaimana a hendlam bekerja, bagaimana keberadaan mahluk hidup dalam suatu sistem kehidupan, bagaimana bentuk hubungan antar mahluk hidup dalam suatu ekosistem.

 

  1. Kualitas manusia dan kualitas lingkungan hidup

Hakekat  pengelolaan lingkungan hidup yang benar adalah bagaimana upaya manusia sebagai salah satu bentuk intervensi yang dilakukan terhadap ekosistemnya, agar kualitas lingkungan juga makin baik. Hal ini terjadi karena lingkungan hidup dapat terbentuk apabila terjadi ineteraksi anatara manusia dengan ekosistemnya. Dengan demikian pengelolaan lingkungan hidup yang benar adalah apabila terjadi keserasian, keselarasan, dan keseimbangan antara kualitas manusia dan kualitas lingkungan (Suryani dkk, 1997).

 

  1. Sumber Daya Alam dan Pelestariannya

Sumber daya alam  sebagai modal dasar, memang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kepentingan kesejahteraan rakyat banyak dengan cara-cara yang tidak menimbulkan kerusakan. Cara-cara yang digunakan hendaknya dapat memelihara dan mengembangkan potensi sumber daya alam tersebut, sehingga menunjang pembangunan lebih lanjut.

Meningkatnya jumlah penduduk dan pembangunan, terutama pembangunan fisik, telah membawa konsekuensi dengan makin meningkatnya tingkat pengambilan atau pemanfaatan sumber daya alam. Kegiatan-kegiatan tersebut dapat mengakibatkan rusaknya lingkungan atau berubahnya tatanan ekosistem dalam suatu lingkungan. Oleh karena itu masalahnpelestarian sumber daya alam dan lingkungan menjadi maslah penting untuk ditanggapi dan dilaksanakan oloeh semua pihak. Selain itu masalah pelestarian sumber daya alam yang berhubungan dengan pengembangan perlindungan atas wilayah dan suaka alam, dewasa ini juga memerlukan perhatian yang serius. Hal ini karena masih banyak hutan lindung dan kawasan-kawasan lainnya yang mengalami kerusakan akibat dari penggarapan lahan oleh penduduk yang tidak disertai usaha pelestarian.

 

  1. Pencemaran dan Perubahan Kualitas Lingkungan Hidup

Secara umum pencemaran lingkunga dapat dibagi menjadi pencemaran air, tanah, dan udara. Menurut Sastrawijaya (1991), mengatakan bahwa polutan atau zat pencemar (zat yang menyebabkan terjadinya pencemaran) dapt digolongkan menjadi dua 1. Zat pencemar yang bersifat kuantitatif, yaitu terdiri dari unsur-unsur yang secara alamiah telah ada didalam alam ini, tetapi jumlahnya semakin bertambah karena kegiatan manusia sehingga menyebabkan terjadinya pencemaran, misalnya karbondioksida, fospor, nitrat dan sebagainya 2. Zat pencemar yang bersifat kualitatif, yaitu terdiri dari senyawa-senyawa yang terjadi karena disengaja dibuat manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, tetapi kurang bijaksana dalam penggunaannya.

Menurut Suryani dkk (1987), bahwa terjadinya penurunana kulitas lingkungan lebih banyak disebabkan oleh faktor manusia yang menjadi salah satu komponen terpenting dalam lingkungan. Hal ini disebabkan oleh adanya pandangan manusia yang terlalu anthroposentris terhadap lingkungan tanpa diimbangi dengan pemahaman ecosentris. Sehingga dalam pemanfaatan sumber daya lingkungan, selalu lebih diorientasikan pada kepentingan manusia, tanpa melihat kepentingan biotik dan non biotiknya. Perubahan yang terjadi pada lingkungan biotik dan non biotik, selanjutnya dapat memacu munculnya persoalan-persoalan kehidupan masyarakat (sosial), misalnya dengan menurunnya kulitas air, udara dan tanah, pada gilirannya dapat mempengaruhi kualitas kesehatan manusia (masyarakat). Dengan demikian, terjadinya gangguan satu aspek kehidupan masyarakat ini dapat mengakibatkan terjadinya perubahan masyarakat secara umum.

 

  1. Pengelolaan Lingkungan Hidup

Dalam Undang-Undang Lingkungan Hidup (UULH) no.23 tahun 1997 tentang pengelolaan Lingkungan Hidup, pasal 1 ayat (2) disebutkan bahwa Pengelolaan Lingkungan Hidup adalah upaya terpadu dalam pemanfaatan, penataan, pemiliharaan,pengawasan, pengendalian, pemulihan dan pengembangan lingkungan hidup. Sementara itu, dalam pasal 1 ayat (1) pada UU yang sam, disebutkan bahwa lingkungan hidup adalah suatu kesatuan ruanhg dengan semua benda, daya, keadaan, mahluk hidup, termasuk didalamnya manusia dan perilakunya, hyang mempengaruhi kelangsungan perikehiduoan dan kesejahteraan manusia serta mahluk hidup lainnya. Dari dua ayat tersebut memberikan makna bahwa pengelolaan lingkungan hidup diorientasikan pada 3 hal penting, yaitu pengelolaan terhadap lingkingan ynag didalamnya terdapat unsur-unsur sumber daya lingkungan, dan pengelolaan manusia sebagai subyek  dalam pemanfaatan sumber daya lingkungan. Untuk itu, pemgelolaan lingkungan secara keseluruhan harus dilakukan secara 3 terpadu terhadap 3 aspek diatas.

Untuk dapat melakukan fungsi pengelolaan di atas, ada 3 pendekatan secara koseptual dalam melakukan pengelolaan lingkungan, yaitu :

  1. Pengelolaan sumber daya lingkungan, yang dalam hal ini dipandang sebagi obyek yang    perlu diatur  pemanfaatannya.
  2. Pengelolaan proses-proses fisik, kemis, dan biologis yang terdapat di dalam lingkungan, pendekatan pengelolaannya didasarkan pada teknologi yang tepat guna.
  3. Pengelolaan lingkungan sebagai intervensi terhadap proses sosial, ekonomis, dan politis.

MAKALAH CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING

Pembelajaran dengan CTL (Pembelajaran Contextual Teaching and Learning)

Permassalahan

Masalah yang dihadapi guru:

  • Matematikaa dainggap sulit
  • Pembelajaran membosankan

Karena itu guru menerapkan pendekatan contextual teaching and learning dengan referensi buku, workshop dan peatihan-pelatihan.

Pendekatan CTL (Contextual Teaching and Leraning) adalah proses pembelajaran untuk membantu peserta didik dalam memahami materi dengan mengaitkanya dengan konteks kehidupan sehari-hari sehingga mereka memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang dinamis dan fleksibel.

Landasan teori

Pendidikan ini memungkinkan peserta didik belajar dengan cara mengaitkan, mengalami, meneraapkan bekerjasama, dan mentransfer.

Landasan Peremendiknas  No. 22 th 2006 ( SI)

Dalam setiap kesempatan pembelajaran matematika hendaknya dimulai dengan pengenalan masalah yang sesuai dengan situasi (contextual problem).

Keamouhan poendekatan kontekstual

Yaitu mampu meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasilnya.

Peran guru sebagai fasilitator

Guru menyediakan kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Dampak dan hasil

Pembelajaran ini membuat siswa lebih cepat dalam memahami konsep dan berkomunikasi dengan baik.

Tahap pelaksanaan

  • Kegiatan pendahuluan

ü  Salam dan berdoa

ü  Materi prasarat

ü  Motivasi

ü  Guru membacakan tujuan pembelajaran

  • Kegiatan inti

ü  Proses eksploasi

  • Pengelompokan peserta didik
  • Pembagian tugas masing-masing kelompok.
  • Mengatikan dan kerjasama
  • Langkah-langkah yang sistematis
  • Mengalami dan kerjasama
  • Menerapkan dan bekerjasama

ü  Proses Elaborasi

  • Langkah yang ditulis
  • Apa yang dilakukan
  • Apa yang diperoleh
  • Perbandingan antara hasil estimasi
  • Mentransfer dan bekerjasama

ü  Proses konfirmasi

  • Presentasi dan Tanya jawab

Menerapkan dan mentransfer

Soal latihan ( salah satu peserta didik mengerjakan soal yang diberikan guru dan dilanjutkan Tanya jawab).

Tanya jawab tidak hanya meningkatkan pemahaman konsep tetapi juga akan meningkatkan ketrampilan dalam menalar dan berkomunikasi.

  • Kegiatan penutup

ü  Guru menarik kesimpulan berdasarkan petanyaan-pertanyaan.

ü  Guru memberikan tugas dari buku LKS

ü  Salam dan berdoa untuk mengakhiri pembelajaran.